Tenaga Kerja Jawa Barat Masih Didominasi Lulusan SD

0
1076

BANDUNG – Pendidikan rendah masih menjadi persoalan tenaga kerja di Jawa Barat. Hal tersebut tampak dari komposisi jumlah penduduk yang bekerja yang masih didominasi lulusan SD ke bawah. Kondisi tersebut sangat riskan mengingat pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), spesifikasi pendidikan yang khusus menjadi salah satu hal yang dibutuhkan pekerja untuk bisa bersaing.

Pengamat ekonomi Jabar Ina Primiana mengatakan, dengan berbagai perkembangan yang terjadi, para pekerja Jabar harus berdaya saing. Pasalnya, selain harus bersaing dengan pekerja dari provinsi lain, juga harus bersaing dengan pekerja dari negara lain yang memiliki pendidikan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan sektor ekonomi yang berkembang.

”Jika tetap seperti ini, bakal tidak akan terpakai. Memang harus perubahan pola pikir untuk menyesuaikan dengan potensi yang ada di daerah agar para pekerja kita tetap bisa masuk ke sektor yang berkembang pada masa yang akan datang,” ujarnya di Bandung, Senin 28 November 2016.

Upaya yang bisa dilakukan, menurut dia, adalah dengan melakukan ujian persamaan bagi para pekerja untuk meningkatkan pendidikan formalnya. Selain itu, juga memperkuat para pekerja tersebut dengan suatu keahlian yang sesuai dengan potensi di daerahnya.

Ia mencontohkan, di daerah penghasil padi-padian, masyarakat bisa didorong untuk membuat industri yang memiliki nilai tambah. Adapun para pekerja di wilayah tersebut dibekali dengan pelatihan atau pendidikan agar dapat menghasilkan padi dengan kualitas yang baik dan mampu melakukan pengembangan produk.

”Kita menciptakan para ahli sehingga pekerja tersebut bisa masuk ke industri menengah besar dengan keahlian yang dimiliki tersebut. Namun, memang harus diedukasi agar para pekerja mau meningkatkan keahliannya,” ucap Ina. (source:pikiranrakyat/pb)