Dinas Cipta Karya Ambil Peran dalam Pembangunan Yontaipur untuk Jaga Stabilitas Keamanan
POSKOBERITA.COM, KABUPATEN BEKASI – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi mendukung keberlanjutan pembangunan Batalyon Pengintai Tempur (Yontaipur) Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang terletak di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan. Pembangunan ini merupakan tahap II dari pembangunan kompleks markas pasukan elit TNI tersebut.
Pembangunan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara serta hibah dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Bekasi. Pagu yang disiapkan untuk pembangunan ini sebesar Rp29.998.520.000 dari APBD. Pembangunan diselenggarakan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi.
“Pembangunan ini merupakan lanjutan dari pembangunan yang telah dilakukan tahun lalu. Sesuai ketentuan dan telah dianggarkan, maka tahap keduanya direncanakan bakal digelar tahun ini,” kata Kepala DCKTR Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto Prawiro.
Yontaipur Kostrad di Kabupaten Bekasi menjadi peningkatan tersendiri, karena sebelumnya masih dalam tingkatan pleton. Markas yang tengah dibangun ini pun diklaim akan menjadi yang terbesar, sekaligus menggantikan markas di Cilodong.
“Pembangunan ini merupakan bagian dari kemitraan Pemkab Bekasi dengan TNI untuk sama-sama mewujudkan stabilitas keamanan nasional dan tentu di Kabupaten Bekasi juga,” ucap dia.
Sebelumnya, pembangunan Yontaipur Kostrad tahap I telah lebih dulu diresmikan pada awal Januari lalu. Peresmian dilakukan langsung oleh Panglima Kostrad Letnan Jenderal Mohammad Fadjar.
“Yang pertama batalyon ini bagian dari satuan lama yang ada di Cilodong. Dulu hanya setingkat pleton. Dengan pengembangan Kostrad menjadi tiga divisi, kemudian kami juga mendapatkan tugas-tugas yang lebih strategis, maka ukuran dari intai tempur ini berkembang, karena dia berkembang membutuhkan area yang lebih. Kemudian di Bekasi ini, angkatan darat punya lahan yang cukup luas yang belum termanfaatkan. Setelah berkoordinasi, maka tepat untuk memindahkan ke Bekasi ini,” ucap Fadjar.
Pekerjaan tahap II akan kembali dilaksanakan tahun ini dengan rincian berupa pembangunan infrastruktur jalan, saluran air, water tank, rumah gardu 240 KVA dan 8 unit rumah dinas. Rumah tersebut terdiri dari rumah tipe F-120 sebanyak 1 unit, tipe G-90 sebanyak 1 unit, tipe H-70 sebanyak 2 unit dan K-45 sebanyak 4 unit. Nantinya akan ada 300 prajurit yang ditempatkan di markas ini beserta keluarganya. (adv)


