Tiga Teratas Survey Pilkada Jabar, Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi

0
1203

POSKOBERITA.COM, BANDUNG – Ridwan Kamil, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi muncul sebagai 3 besar kandidat kuat calon gubernur Jawa Barat 2018. Demikian hasil survei Indo Barometer di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat pada 17-23 Mei 2017.

“Ketika responden kami sodorkan pertanyaan tertutup dan pernyataan terbuka maka hasilnya ada tiga kandidat kuat untuk Cagub Jabar 2018, yakni Ridwan Kamil, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari.

Dari simulasi 16 nama calon gubernur yang diajukan kepada 800 responden, Ridwan Kamil adalah yang teratas dengan 28,6 persen, disusul Deddy Mizwar 18,8 persen, kemudian Dedi Mulyadi 11,5 persen, Dede Yusuf 6,3 persen, Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym 2,4 persen, Rieke Diah Pitaloka 1,4 persen, Abdy Yuhana 0,4 persen, Tubagus Hasanuddin 0,4 persen, Puti Guntur Soekarno Putri 0,3 persen, Agung Suryamal 0,1 persen, Mochamad Iriawan 0,1 persen, Mochamad Sohibul Iman 0,1 persen, dan Netty Prasetyani 0,1 persen. Sedangkan Ineu Purwadewi dan Sutrisno masing-masing 0 persen.

Qodari mengatakan dalam survei kedua ini ketiga nama menunjukan peningkatan persentase, baik dari segi popularitas maupun elektabilitas.

“Di dalam survei ini kami memunculkan 16 nama. Tapi memang yang menunjukan peningkatan baik elektabilitas maupun popularitas ada di tiga nama yakni Ridwan Kamil, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi,” kata dia.

Tingkat keterpilihan Deddy Mizwar meningkat dibandingkan survei periode Februari-Maret 2017 di mana ada kenaikan 4,7 persen yang menginginkan Deddy melanjutkan kepemimpinan Ahmad Heryawan di Jawa Barat.

“Ridwan Kamil penilaiannya naik sebanyak 6,6 persen, lalu Deddy Mizwar 4,7 persen dan Deddy Mulyadi 4,2 persen, sedangkan Dede Yusuf justru turun ke 5,5 persen,” kata dia.

Dari survei ini juga diketahui tingkat keterkenalan Deddy Mizwar itu nyaris sempurna pada angka 99 persen, Aa Gym 94,9 persen, Desy Ratnasari 94,9 persen, Dede Yusuf 92,4 persen dan Ridwan Kamil 88,8 persen.

Qodari mengatakan persaingan di antara ketiga orang masih akan terus terjadi mengingat masyarakat yang belum memutuskan masih 22,8 persen.

Adapun maksud dan tujuan survei dilakukan untuk melihat dinamika masalah di Jawa Barat pasca Pilkada DKI Jakarta April 2017.

source : antaranews//photo:detikcom