Gara-gara Proyek Pusat, Jalan Protokol Bekasi Rusak
POSKOBERITA.COM, KOTA BEKASI – Sepanjang jalan Kalimalang tepatnya di Jalan KH Noer Ali, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi mulai rusak, setelah bobot jalan tidak kuat tahan beban kendaraan.
Sebab, sejauh ini jalur tersebut menjadi lintasan kendaraan besar truk milik proyek nasional. Alhasil, ada empat titik jalan Kalimalang yang mengalami kerusakan berat.
Empat kerusakan parah di Jalan Kalimalang tersebut berada di depan Mal Metropolitan, Rumah Sakit Budi Lestari, Pintu Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), gerbang keluar Tol Becakayu.
“Ada empat spot yang mengalami kerusakan sedang hingga parah,” ujar Kabid Bina Marga, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Widayat Subroto.
Menurutnya, kerusakan yang terjadi di Jalan KH. Noer Ali sebagian besar disebabkan oleh beban jalan yang tak sesuai. Apalagi, sejak proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT), Jalan tol layang Jakarta-Cikampek serta pembangunan Kereta Cepat (Kereta Cepat Indonesia China) dimulai. “Kondisinya sangat memprihatinkan,” katanya.
Saat ini, kata dia, banyak truk bertonase besar memilih menggunakan Jalan KH. Noer Ali untuk menghindari kemacetan. Hal ini, tentunya akan menambah beban jalan. Sehingga, saat ini permukaan jalan protokol tersebut dalam kondisi rusak.
Meski begitu, Pemerintah Daerah tetap melakukan pemeliharaan. Padahal, anggaran pemeliharaan jalan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 hanya sebesar Rp3 miliar.
Pihaknya mengaku telah berupaya meminta agar pelaksana proyek pembangunan Tol Layang Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) untuk membantu perbaikan jalan.
Namun, pengerja proyek akan menolak apabila kegiatan pembangunan dianggap belum sampai lokasi kerusakan. “Ya terpaksa beban pemeliharaan dan perbaikan jalan tertumpu di Pemerintah daerah, namun sebisa mungkin perbaikan dilakukan di ruas-ruas jalan utama,” ungkapnya. (gan/ane)


