Teknologi Star Trek Ridwan Kamil Bisa Diterapkan Di Kabupaten Bekasi

0
1482

POSKOBERITA.COM, CIKARANG – Calon Bupati Bekasi, Obon Tabroni tertarik untuk mengadopsi teknologi Bandung Command Center (BCC) untuk diterapkan di Kabupaten Bekasi.

Obon percaya, pusat kendali canggih yang ada di ruang kerja Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil ini dapat diterapkan di Kabupaten Bekasi untuk mengoptimalkan pelayanan publik terhadap masyarakat.

“Beruntung hari ini saya bisa banyak belajar dari Walikota Bandung Kang Emil. Dari ruangan ini segala situasi bisa dipantau. Jadi, rasanya sangat mungkin jika Bekasi punya ruang kontrol seperti ini,” kata Calon Bupati Nomor Urut 3 ini,  saat berkunjung ke Bandung, Jumat, (4/11).

Bandung Command Center (BCC) adalah ruang kerja Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dengan tampilan mirip film Star Trek yang merupakan pusat kendali yang dapat memantau semua aktivitas kota seperti kemacetan, kebakaran, banjir, data cuaca dan data penduduk.

Dari ruangan ini pula Ridwan Kamil bisa memberikan instruksi kepada staff dan berinteraksi dengan warga melalui media sosial.

Bandung Command Center (BCC) diresmikan pada Januari 2015. Pembangunan BCC ini diperkirakan menghabiskan dana sebesar 27 milyar rupiah. Namun biaya yang besar itu dibayar dengan kualitas dan kecanggihan berbagai perangkat yang ada di dalamnya.

Lokasi BCC berada di Jalan Wastukencana, tepatnya di Kompleks Balai Kota Bandung. Bahkan yang mendesain langsung BCC ini adalah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Ruangan ini memiliki 24 layar monitor masing-masing 40 inchi. BCC juga dilengkapi berbagai software penunjang, seperti software data cuaca, peta kota dan titik kemacetan.

Dari BCC juga dapat dipantau pergerakan dan lokasi kendaraan-kendaran pemerintah seperti bus sekolah, ambulance dan bus Damri yang sudah dipasangi GPS pada masing-masing kendaraannya, sehingga bisa meminimalisir penyalahgunaan kendaraan.

Selain itu kicauan warga Kota Bandung di media sosial yang berhubungan dengan keluhan juga bisa difilter disini, sehingga keluhan warga bisa ditangani dengan cepat. (Pb/DB/muhfauzan)