Lampu PJU Kerap Padam, Komisi III DPRD Kab Bekasi akan Panggil Bidang PJU 

BEKASI, POSKOBERITA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi akan melakukan pemanggilan terhadap Bidang Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Bekasi.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, H. Kardin kepada poskoberita.com, Selasa (16/7/2019).

Ia mengatakan, pemanggilan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab padamnya sejumlah lampu PJU di Kabupaten Bekasi yang kini dikeluhkan sejumlah pihak.
“Kita akan melakukan pemanggilan agar bisa mengetahui penyebab dan kendala kenapa lampu PJU banyak yang padam,” ujar H. Kardin.

Lebihlanjut H. Kardin mengatakan, Dikarenakan banyak kegiatan pansus untuk menyelesaikan Perda yang sudah menjadi agenda untuk saat ini. Maka, Setelah pansus selesai, pemanggilan terhadap bidang yang menangani PJU tersebut akan segera dilakukan.
“Dengan banyaknya agenda pansus , maka kemungkinan pemanggilan akan dilakukan setelah pelantikan anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang baru. Hal itu efesiennya waktu, terlebih masa bhakti anggota dewan saat ini tinggal beberapa hari lagi,” imbuh H. Kardin.

Sebelumnya, Ketua LSM Komite Masyarakat Peduli Indonesia (Kompi), Ergat Bustomy mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap anggaran pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada di Bidang Pertamanan dan PJU.

Apalagi anggaran yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang mencapai miliaran rupiah untuk pemeliharaan lampu PJU mengundang tanda tanya dan ditenggarai tidak tepat sasaran. Terlebih, banyak lampu PJU yang mati di sejumlah lokasi.

Menurut Ergat, dengan banyaknya lampu PJU mati tersebut, anggaran sebesar Rp2,248 milyar untuk pemeliharaan sarana prasarana PJU terindikasi tidak maksimal penyerapannya. Sebab, jika anggaran yang terealisasi mencapai Rp 2.128.763.000 itu tepat sasaran, maka tidak ada ditemukan lampu PJU yang mati di Kabupaten Bekasi.

“Apabila nggaran yang terealisasi Rp2,128 milyar itu benar dan tepat sasaran, maka tidak ada lampu PJU yang mati,” ujar Ergat.

Ergat menambahkan, selain lampu PJU mati, pihaknya juga banyak menemukan kap lampu PJU yang rusak dan tidak berfungsi. Padahal ada anggaran untuk revitalisasi penerangan jalan umum yang nilainya milyaran, sehingga pihaknya menduga anggaran tersebut terkesan hanya hamburkan uang negara belaka.

Sebab meskipun ada anggaran revitalisasi PJU perbatasan Kab Karawang – Kab Bekasi Rp 1.994.470.000 dan anggaran revitalisasi PJU perbatasan kota bekasi-kab. Bekasi pagu anggaran Rp 1.995.005.000, namun ironisnya, banyak lampu PJU mati dan rusak kap di beberapa tiang.

“Bingung Saya dengan kinerja Bidang Pertamanan dan PJU, meskipun anggarannya mencapai 6 milyar lampu dan kap PJU tidak berfungsi. Uangnya pada dikemanakan ya,” ungkap Ergat dengat nada bertanya.

Sehingga dengan banyaknya kejanggalan dan indikasi tersebut, pihaknya sangat kecewa dengan kinerja Bidang Pertamanan dan PJU. Sebab, masyarakat terkesan sia-sia membayar uang PJU, padahal uang PJU yang dibayarkan masyarakat Kabupaten Bekasi kepada Pemkab Bekasi mencapai ratusan milyar pertahunnya, tidak seimbang dengan realisasi penerangan jalannya.

Kepala Bidang (Kabid) Pertamana dan PJU Kab Bekasi, Andi hingga berita ini diturunkan tidak bisa dikonfirmasi, meskipun sudah beberapa kali dihubungi melalui telepon selulernya.

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Jalan Umum (PJU) pada Bidang Pertamanan dan PJU Distarkim Kab Bekasi, Jonner saat dikonfirmasi poskoberita.com di ruangannya, Kamis (4/7) mengatakan, belum mengetahui padamnya lampu PJU di wilayah tersebut.
Diungkapkan Jonner, pihaknya akan segera melakukan survey terhadap lampu PJU yang padam tersebut. Dan akan melakukan perbaikan terhadap lampu PJU tersebut.

Diakui Jonner, pada tahun 2019 tidak ada anggaran untuk pemeliharaan lampu PJU. Namun, saat ditanyakan berapa anggaran lampu PJU tahun 2018 mengaku tirak ingat. Dan berjanji akan memberikan informasi, apabila sudah mengetahui anggarannya, imbuhnya. (ane)