Evaluasi Pengawas dan Konsultan, Lakukan Pembiaran Kontraktor Nakal
BEKASI, POSKOBERITA.COM –
DINAS Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi diminta evaluasi pengerjaan pengaspalan jalan Jejalen Jaya Pulo Puter, Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Pasalnya, proyek pengaspalan hotmix sepanjang kurang lebih 200 meter, dinilai tidak maksimal dengan ketebalan 2 Cm.
Tokoh masyarakat Ds Jejalen Jaya, Sony mengatakan, pekerjaan Dinas PUPR Bidang Pemeliharaan yang dilaksanakan kontraktor saat pekerjaan berlangsung tidak terpampang papan proyek. Sehingga masyarakat tidak bisa mengetahui sumber anggaran, pagu anggaran, lebar, luas serta tinggi ketebalannya kegiatan tersebut.
“Gimana kita sebagai masyarakat bisa membantu mengawasi proyek atau kegiatan yang bersumber dari anggaran pemerintah, kalau papan proyeknya tidak ada. Kita jadi gak tahu berapa volume yang harus dikerjakan, “ujarnya.
Ia berharap pihak rekanan atau kontrakor yang nekat mengurangi volume pekerjaan harus diberikan sanksi tegas hingga ke ranah pidananya. Hal itu jika dilakukan sebagai upaya efek jera bagi kontraktor nakal yang diduga melakukan pengurangan ketebalan, panjang hingga lebar .
Selain itu, harus ada evaluasi dari Dinas PUPR Kabupaten Bekasi terhadap pengawas dan juga konsultan yang tampaknya melakukan pembiaran.
“Percuma jika ada pengawas dan konsultan, tetapi tidak bisa melakukan pencegahan, “sindirnya di lokasi kegiatan, Selasa (21/5/2019).
Sementara itu, Pengawas Dinas PUPR Asep, ketika di konfirmasi Pelita Baru mengatakan, kalau pekerjaan pemeliharaan memang tidak menggunakan plang papan nama, inikan hanya pekerjaan perawatan.
“Ini kan pemeliharaan jadi gak perlu papan kegiatan. Bebas mau dikerjakan kapan saja, “katanya.
Disinggung terkait ketebalan aspal yang sedang diawasinya, dirinya mengakui bahwa ketebalannya kurang dari tiga centimeter. Bahkan menurutnya, dikerjakan setipis apapun bukanlah masalah. Karena, tidak akan mempengaruhi daya tahan aspal itu sendiri.
“Gampang, kegiatan ini kan mempunyai panjang 120 meter, kalau kurang tebal tinggal ditambahkan panjangnya saja, “kelitnya.
Sementara, pria yang disebut-sebut sebagai konsultan kegiatan menjelaskan, seharusnya aspal dikerjakan dengan ketebalan 3 cm.
“Saya sudah bilang ke pelaksananya, tapi dicuekin. Tetap aja dia kerjakan tidak setebal 3 cm, paling tebal juga 2 cm, “terang konsultan sambil bergegas menghindari awak media dan enggan menyebutkan namanya.
Sementara, pihak kontraktor sebagai rekanan belum bisa dikonfirmasi.(ane)


