LAMI Minta Tindak dan Usut Tuntas Penganiaya Penyidik KPK

POSKOBERITA.COM, JAKARTA – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) prihatin atas kejadian pengeroyokan terhadap dua penyidik KPK di Hotel Borobudur.

Ketua Umum Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia, Jonly Nahampun meminta agar penegak hukum (Polda metro Jaya-red) mengejar pelaku yang menganiaya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kami minta Polda Metro bergerak cepat agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali, ” kata dia.

Dirinya mengatakan, siapapun yang menghalangi petugas yang melakukan tugasnya bahkan melakukan kekerasan harus di tindak sesuai peraturan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Kami dari LAMI mendoakan dan mendukung kinerja KPK dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, karena korupsi itu termasuk perkara salab satu perkara extra ordinary crime (kejahatan luar biasa),” ucap Jonly.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan , dua penyidik KPK dikabarkan dianiaya orang saat bertugas melakukan pengecekan tentang indikasi adanya korupsi, di salah satu hotel di Jakarta.

“Kedua penyelidik dianiaya saat ketahuan mengikuti Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sebuah rapat di Hotel Borobudur, Jakarta,” ucap Febri.

Diketahui, Lukas Enembe sedang mengikuti rapat bersama Ketua DPRD Papua, anggota DPRD Papua, Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Hotel Borobudur.

Penyelidik KPK bernama Muhammad Gilang W tersebut diketahui oleh Sekda Papua Hery Dosinaen yang melihatnya mengambil gambar Lukas Enembe, dan melihat ada percakapan di WhatsApp dalam telepon selulernya, terkait kegiatan Lukas Enembe mengikuti rapat evaluasi bersama tim badan anggaran eksekutif, legislatif dan Kementerian Dalam Negeri itu,” kata Febri.

Terkait kasus penganiayaan tersebut, KPK melaporkan pihak yang diduga melakukan penganiayaan ke Polda Metro Jaya.

Dari proses pelaporan tadi, disampaikan bahwa kasus ini akan ditangani Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Kriminal Umum (Jatantras Krimum) Polda Metro Jaya.

Akibat insiden penganiayaan tersebut, dua penyelidik KPK itu mengalami retak pada hidung dan luka sobekan di wajah.(wil)