Pemkab Bekasi Upayakan Strategi Pangan Murah Guna Mengantisipasi Lonjakan Harga
POSKOBERITA.COM, BEKASI – Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan sigap menyikapi segala permasalahan ekonomi di Kabupaten Bekasi terutama menyikapi kenaikan harga berbagai komoditas bahan kebutuhan pooko masyarakat, utamanya beras agar tidak sampai melambung tinggi hingga berdampak pada inflasi.
Berbagai macam strategi sudah dilakukan dengan baik ada juga yang sedang diupayakan dan akan dilakukan pemkab bekasi untuk meningkatkan kestabilan kondusivitas wilayah dalam rangka melakukan stabilisasi ekonomi harga di pasaran.
Salah satu strategi yang diupayakan yakni pemantauan harga bahan pokok, pengawasan menjaga ketersediaan dan melakukan gerakan pangan murah menjadi langkah konkrit untuk mengatasi lonjakan harga. Langkahnya adalah dengan membeli langsung dari produsen dengan harga pasar, untuk selanjutnya di jual ke masyarakat, terutama masyarakat miskin.
Pemantauan harga bahan pokok oleh instansi terkait kini rutin dilakukan pemerintah daerah untuk merespons potensi lonjakan harga, menekan angka inflasi, sekaligus menjaga ketersediaan di pasaran.
Melalui fungsi pengawasan tersebut, pemerintah daerah dapat melihat perkembangan harga dan stok terkini di pasar sekaligus membangun kerja sama dengan para produsen.
Proses pengawasan bahan pokok dilakukan secara berlapis mulai dari tingkat Unit Pelaksana Teknis Daerah atau UPTD Pasar hingga level Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi. Tujuannya, seluruh objek dapat diawasi secara detail guna mengetahui item mana saja yang berpotensi naik harga.
Dari hasil pemantauan terhadap bahan pokok berpotensi melonjak, pemerintah daerah kemudian melakukan observasi untuk mengetahui penyebab kenaikan harga, apakah karena keterlambatan pasokan daerah penghasil, gagal panen, maupun faktor lain, sebelum menentukan solusi.
Selain pengawasan, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil bahan pokok untuk mengendalikan kenaikan harga dan mencegah potensi terjadi inflasi melalui skema pemenuhan komoditas dari wilayah penghasil atau surplus bahan pokok.
Peningkatan sinergi dilakukan kepada beberapa wilayah pemasok bahan pokok seperti Garut, Subang, serta Kabupaten Bandung. Wilayah-wilayah pemasok lain pun akan dijangkau jika diperlukan.
Opsi perluasan kerja sama wilayah pemasok ini sekaligus upaya pemerintah daerah menekan kenaikan harga komoditas yang masih terjadi pada Bulan Ramadhan ini agar saat menjelang Idul Fitri nanti sudah dapat ditekan.
Seperti komoditas cabai merah yang sempat mencapai harga Rp96.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp60.000, kini sudah mulai berangsur turun.
Pada kondisi normal, kebutuhan cabai di Kabupaten Bekasi berkisar 50 ton per hari, sedangkan pasokan cabai dari daerah penghasil yang masuk ke Pasar Induk Cibitung mencapai 100 ton per hari.
Namun pasokan cabai mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Jumlah pasokan cabai yang masuk ke Pasar Induk Cibitung hanya berkisar 70-80 ton per hari.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 ton habis diserap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bekasi, sementara sisanya terjual ke daerah tetangga seperti Kabupaten Karawang hingga Jakarta yang juga berbelanja melalui Pasar Induk Cibitung.
Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, bahkan telah menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan intervensi melalui operasi pasar sebelum Idul Fitri guna menurunkan harga cabai.
Strategi Pemerintah Kabupaten Bekasi berikutnya untuk menekan lonjakan harga komoditas bahan pokok, termasuk harga cabai, adalah melalui Gerakan Pangan Murah guna menekan kenaikan harga pada momentum sebelum-setelah Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.
Gerakan Pangan Murah dilakukan daerah menerapkan pola pembelian komoditas bahan pokok langsung dari petani untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat, terutama warga miskin.
Program ini sedang dimatangkan oleh Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi di bawah koordinasi Asisten Daerah Bidang Ekonomi.
Berbagai jurus pengendalian harga kebutuhan pokok telah, sedang dan akan diimplementasikan. Harapannya, kebutuhan bahan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga terjangkau. (adv)


