Disdik Kabupaten Bekasi Terus Berupaya Tingkatkan Akses Pendidikan
POSKOBERITA.COM, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menggelar berbagai kegiatan dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2024 dengan mengusung tema “Bergerak Bersama Lanjutkan Merdeka Belajar”.
Kepala Disdik Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas dilakukan untuk mengenang hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara yang dikenal sebagai peletak dan perintis pendidikan nasional berbasis kebudayaan di Indonesia.
Masih sambung dia, Hardiknas adalah suatu momentum untuk menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme bagi seluruh insan pendidikan, menumbuhkan kembali semangat dan terus belajar dan berkembang sepanjang hidup, menumbuhkan kembali semangat untuk optimalisasi dalam melayani dan memfasilitasi kebutuhan belajar.
“Memang semangat Merdeka Belajar kapanpun dimanapun harus tumbuh bagi generasi demi terwujudnya profil pelajar pancasila,” ucapnya, Kamis (2/5).
Imam mengakui bahwa tema ‘Bergerak Bersama Lanjutkan Merdek Belajar’ belum didukung sepenuhnya oleh fasilitas prasarana yang memadai. Beberapa sekolah masih belum merata dalam perbaikan, yang disebabkan oleh keterbatasan keuangan daerah.
Menurutnya, dari data pokok pendidikan (Dapodik), dari 712 sekolah dasar negeri, terdapat 5.877 ruang kelas yang baik, 68 ruang kelas rusak ringan, dan 5 ruang kelas rusak berat. Sementara dari 110 sekolah menengah pertama negeri, terdapat 2.157 ruang kelas dalam keadaan baik, 106 ruang kelas rusak ringan, 2 ruang kelas rusak sedang, dan 1 ruang kelas rusak berat.
Imam menyampaikan bahwa untuk meningkatkan akses pendidikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk mitigasi bangunan sekolah.
“Untuk meningkatkan pelayanan akses pendidikan, Dinas Pendidikan terus berupaya melakukan koordinasi dan mitigasi bangunan sekolah bersama-sama Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Bappeda,” tuturnya.
Meskipun fasilitas pendidikan masih kurang, Imam yakin bahwa kebijakan Merdeka Belajar tetap dapat berjalan dengan baik karena siswa bisa aktif di mana saja selama kurikulumnya dapat dipahami.
”Jadi aktifnya siswa-siswa juga bisa di mana saja, yang terpenting kurikulumnya dapat dipahami peserta didik,” tandasnya. (adv)


