GPII Dukung Irjen Pol Nana Sujana Jabat Kapolri, Ini Alasannya
POSKOBERITA, JAKARTA–Dalam beberapa bulan kedepan Institusi Polri akan ada pergantian Pimpinan tertinggi untuk menggatikan Jenderal Polisi Drs. Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun pada Januari 2021. Terkait hal tersebut muncul beberapa nama yang mungkin dirasa pantas menggatikan Jenderal Polisi Drs. Idham Azis.
Namun harus diperhatikan adalah penerbitan surat Telegram Kapolri No ST/1100/IV/HUK/.7.1/2020 yang berisi: Untuk menindak penyebaran informasi palsu atau hoax selama penanganan wabah Covid-19 serta penghinaan kepada presiden dan pejabat pemerintah.
Kapolri yang baru nanti juga mesti bisa melanjutkan reformasi internal kepolisian yang sejauh ini sudah cukup baik. Kedekatan dengan pemerintahan juga menjadi salah satu poin penting. Sebab, faktor kedekatan itu akan berpengaruh untuk memelihara keharmonisan pemerintahan di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini.
“Kami dari Elemen Pemuda menginginkan Calon Kapolri kedepan bisa bersinergis dengan Intansi Penegak Hukum lainnya. Menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, berintegritas dan memiliki kapasitas yang baik,” kata Ketua Korpma GPII Idam.
Ditempat lain, Ketua Bidang Brigade GPII Zay mengatakan, isi surat telegram tersebut adalah suatu tanda atau syarat tak tertulis yang wajib dipenuhi oleh calon-calon Kapolri secara pengalaman (Track Record) untuk menggatikan Jenderal Polisi Drs. Idham Azis.
“Kita mengetahui bersama bahwa Irjen Pol. Drs. Nana Sujana, mampu memenuhi syarat tanpa tertulis tersebut karena secara pengalaman beliau semenjak menjabat Dirpolitik Baintelkam, beliaulah yang selalu mengkampanyeukan STOP HOAX,” jelas dia.
“Ada beberapa Kriteria Calon Kapolri yang selama ini kami lihat dari rekam jejak karirnya sebut saja Irjen Pol. Nana Sujana yang sekarang menjabat Kapolda Metro Jaya, karirnya begitu cermerlang dan gaya yang santun ramah kepada semua Organisasi Kepemudaan,” sambungnya.
Masih kata Zay, Irjen Pol. Nana Sujana juga pernah memberantas beberapa bandar Narkoba yang ada di DKI dan Memberantas Premanisme, Juga menjaga Ketertiban dan keamanan didalam situasi pandemi covid 19 saat ini. “Nah kami kira sosok kedepan yang akan menjadi pemimpin Polri terlihat di tubuh beliau,”
Sejauh perjalannya selama menjabat Irjen. Pol. Drs. Nana Sujana, selalu terlihat tegas tenang dalam menghadapi setiap permasalah yang ada diwilayah kerjanya. Beliau saat menjabat sebagai Kapolda NTB telah sukses menekan angka kriminalitas di NTB dengan langkah memproses hokum semua tindakan premanisme, dan saat yang bersamaan dengan keluwesannya sebagai Kapolda NTB beliau mampu menangani bencana alam yang terjadi di NTB, ini berkat sifatnya yang mampu berkomunikasi kepada lapisan teratas dan terbawah dalam menangani musibah.
“Kini, saat beliau dipindah tugaskan menjadi Kapolda Metro Jaya, beliau langsung dihadapkan dengan masalah yang begitu berat yaitu munculnya wabah Virus Corona. Namun karena kelincahannya dan kemampuannya dalam bertugas beliau mampu menekan angka penyebaran diwilayah DKI Jakarta,” katanya.
Bukan hanya itu, dirinya berharap Calon Kapolri mampu mengayomi dan melayani masyarakat pada umunya. “Besar harapan kami juga kepada pemerintah saat ini bisa melihat dan dijadikan contoh yang baik dan Kami yakini Polri di bawah Pimpinan Pak Nana dapat terciptanya Kondusifitas Kamtibmas, Pengayom, Lebih Profesional dan Tak Pandang Bulu dalam Hukum,” ujarnya.
Demi terlaksananya tatanan negara yang harmonis maka GPII meminta kepada Bapak Presiden Jokowidodo yang sangat dicintai oleh rakyatnya agar merekomendasikan Irjen. Pol. Drs. Nana Sujana, sebagai calon Kapolri Tunggal sebagai penggati Jenderal Polisi Drs. Idham Azis. Karena hanya beliaulah yang mampu memenuhi syarat Telegram tersebut. (***)


