Hutan Lindung Karo – Langkat Diperjual Belikan, Miris Pemerintah Tutup Mata

POSKO BERITA, KARO–Ribuan Hektar hutan lindung /TGR dalam kawasan Lauser di Jl.Jahe tepatnya jalan tembus antara Kabupaten Karo dan Kabupaten Langkat habis dibabat masyarakat yang mengatasnamakan pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung.

Ketua DPD Walantara Karo, Daris Kaban angkat bicara, Walantara sebagai Wahana Pelopor Linkungan yang langsung dibawah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sangat geram dengan gundulnya hutan lindung di Jl.Jahe ini.

BACA: Surat Wasiat Diduga Penyebab Habisnya Hutan Lindung Jalan Jahe

“Lihatlah sepanjang jalan kita dari Kuta Rayat Kabupaten Karo hingga ke Telaga Kabupaten Langkat, tak ada kita lihat aparat keamanan yang berjaga, baik dari Kepolisian maupun dari Dinas Kehutanan, kayu-kayu yang ditebangi bebas keluar. Makanya beberapa bulan lalu terjadi penghadangan oleh masyarakat di Desa Kuta Rayat,” kata Daris.

Daris melanjutkan, sekarang para mafia kayu memanfaatkan situasi covid-19, warga tak berani berkumpul maka semakin merajalelahlah penebangan kayu diwilayah hutan lindung ini. Sedangkan Aparat Pemerintahan Aparat Keamanan dan Kehutanan seakan tutup mata dan tutup telinga. “Kita tenggarai mereka sudah menerima setoran dari para mafia kayu ilegal ini,” tegasnya.

“Untuk itu kita dari Walantara akan bertindak kalau aparat tak mampu berbuat, karena bukti-bukti sudah lengkap kita pegang sekarang ini kita tinggal menunggu gebrakan dari Dinas Kehutanan dan Aparat Kepolisian, laporan secara lisan sudah kita sampaikan, baik kepihak keamanan Tanah Karo maupun ke Dinas Kehutanan Sumut,” pungkas Daris ketika meninjau lokasi. (Lia)