Persediaan Masker Kosong di Apotek, Anggota DPRD Karo Lakukan Sidak
POSKO BERITA, KARO–Masyarakat Tanah Karo akhir-akhir ini dibuat resah oleh isu menyebarnya virus Corona yang dicurigai dibawa masuk oleh 5 orang tenaga asing asal Tiongkok beberapa pekan lalu. Meskipun Dinas Kesehatan telah mengeluarkan pernyataan bahwa Kelima TKA tersebut bersih dari virus Corona, namun masyarakat Karo tetap merasa gelisah. Untuk alasan menjaga kesehatan, mereka mulai membiasakan diri untuk memakai masker dan hand sanitizer di berbagai kesempatan.
Tapi amat disayangkan, karena kedua barang yang diperlukan tersebut tidak ada di apotek apotek Tanah Karo. Banyak pertanyaan yang berkembang di masyarakat Karo, tentang apakah memang produksi tidak mencukupi atau ada pihak pihak tertentu yang bermain. Hal ini seperti apa yang ditanyakan oleh Anggota DPRD Tanah Karo Korindo Sembiring Meliala kepada salah seorang petugas Apotek Kimia Farma yang beralamat di Jln. Selamet Ketaren, Kabanjahe.
“Seharusnya pihak Apotek harus tetap menjaga ketersediaan masker dan hand sanitizer untuk memenuhi permintaan masyarakat. Terlebih saat ini isu Corona makin merebak dan memang kita harus selalu menjaga diri dari virus ini. Bagaimana juga bila tiba-tiba Gunung Sinabung juga erupsi, masker sangat penting sekarang. Bagaimana bisa apotek Kimia Farma yang termasuk disalah satu BUMN kehabisan stock masker,” tanya dia saat melakukan sidak, Senin (09/03/2020).
Korindo menambahkan bahwa dirinya dan rekan anggota dewan sangat prihatin atas kelangkaan stock masker di Tanah Karo ini. “Saya miris mengetahui persediaan masker kosong. Saya ingin menyampaikan apa yang dibutuhkan rakyat, untuk itu kami akan menyurati pihak terkait agar bisa menyediakan masker dan handsanitizer,” imbuhnya.
Korindo menghimbau agar masyarakat Karo menjaga kesehatan diri dan keluarga masing-masing. “Kita akan terus mengupayakan ketersediaan masker dan hand sanitizer tersebut,” tegasnya.
Menurut salah seorang pekerja Apotek Kimia Farma Ain mengatakan, memang selama 3 bulan ini stock persediaan masker di apotek Kimia Farma kosong.
“Atasan kami sudah mengirim permintaan untuk masker ini ke pihak terkait di kota Medan, tapi sampai sekarang belum terpenuhi. Untuk handsanitizer sendiri kami memang tidak pernah menjual,” jelas dia.
Perlu diketahui, adapun para anggota DPRD yang melakukan sidak yakni Korindo Sembiring Milala, Rehulina Be Tarigan, Inolia Br Ginting, Diana Malona Br Matondang dan Jani Sembiring.
Dalam Sidak tersebut anggota dewan mendapat perlakuan yang tidak nyaman dari salah seorang pemilik apotek Vita Sari yang terletak di Pusat Kota Kabanjahe. Dengan ketus pemilik melarang para awak media untuk mengambil gambar sidak tersebut. (Dwi)


