Dana Desa Gongsol Terbuang Percuma, Begini Akibatnya
POSKO BERITA, KARO—Beberapa bangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Gongsol mangkrak, seperti bak penampungan air, Pos Kamling, bangunan Gapura Desa dan Drainase/Parit yang dibangun menggunakan dana desa. Masyarakat yang kesalpun melaporkan kejanggalan dan penyimpangan tersebut yang diduga dilakukan oleh oknum Kades Gongsol.
Salah satu warga Gongsol yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bangunan BUMDES yang mangkrak atau tidak dilanjutkan pengerjaannya dan dibiarkan terbengkalai adalah BAK penampungan air, yang mana dibangunnya bak tersebut atas usulan warga, karena itu dianggap penting. Nantinya akan digunakan untuk menampung air yang dialirkan dari mata air disekitar Desa Gongsol, lalu akan disalurkan ke rumah – rumah penduduk.
“Namun sayang, harapan penduduk hanya tinggal harapan, dikarenakan pengerjaan bak tersebut hanya setengah jalan, pengerjaannya dihentikan tanpa penjelasan apa sebab dan penyebab maka dihentikan,” kata dia.
Begitu juga halnya dengan bangunan Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) yang berada di Simpang dua menuju Gundaling, walaupun bangunan sudah selesai tapi tidak diserahkan kepada warga dan tidak juga ada penjelasan bangunan itu untuk apa.
“Yang lebih membuat warga kecewa bangunan GAPURA (pintu gerbang memasuki Desa Gongsol) bentuk bangunan Gapura itu dianggap merendahkan martabat warga Desa Gongsol, karena bentuk Gapura tidak sesuai sebagaimana yang diharapkan warga,” keluhnya.
Anehnya lagi kata warga melanjutkan, Kepala Desa Gongsol dan stafnya untuk membuat beberapa bangunan tersebut, tidak melibatkan unsur – unsur desa yang ada, seperti Tokoh Adat, Tokoh Agama, Karang Taruna Desa Gongsol. Bahkan pada acara Musrembang pada 31 Januari 2019 lalu beberapa pejabat Desa tidak hadir. Seperti Ketua BUUDES dan Ketua BPD.
“Sepertinya Kades hanya berbuat sesuka hatinya tanpa kompromi dengan warga maupun perangkat desa lainnya,” sambung dia.
Padahal kehadiran perangkat desa dan warga itu sangatlah penting, masyarakat juga ingin tahu dan ingin bertanya tentang anggaran-anggaran dana desa yang disinyalir tidak disalurkan untuk kepentingan warga desa dan warga juga berhak bertanya tentang pengadaan tabung gas elpiji sebanyak 250 tabung yang katanya akan dibagikan untuk warga.
“Sampai sekarang gak tahu juntrungannya, juga keberadaan dan kegunaan mesin pembuat kompos/pupuk serta berapa dana renovasi Balai Desa Gongsol, kami semua warga ingin tahu, tapi semua itu seakan sengaja disembunyikan oleh oknum Kades,” tambah warga lagi.
“Pertanyaannya ini sudah kami tanyakan selama 3 tahun Kades tapi tak pernah mendapat jawaban, kalau dipertanyakan kami warga akan dimusuhinya, karena ini jelas ada permainan didalam pemerintahan Desa Gongsol sekarang ini,” sambungnya.
Masyarakat yang kebanyakan ibu – ibu ini juga menyampaikan. “Kami berharap kepada Pemkab Karo dan Instansi yang terkait hendaknya dapat mengevaluasi kinerja Kepala Desa Gongsol agar dalam pelaksanaan pengeluaran /pemberian anggaran dana desa dapat transparan, gunakan untuk membangun kepentingan rakyat banyak,” bebernya. (Lia)


