Kapolda diminta Usut Kasus Meninggalnya Kades Tengkuhen

POSKO BERITA, DELI SERDANG–Kasus pembunuhan Kepala Desa (Kades) Tangkuhen, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Reli Kemit (57) hingga saat ini belum ada titik terang, hal tersebut menuai pertanyaan pihak keluarga korban dan kalangan masyarakat setempat. Pasalnya pihak kepolisian belum juga dapat mengungkap siapa dalang / pelaku pembunuhan Kades yang terkenal baik dan ramah kepada warganya ini.

Diketahui, peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Minggu 10 Nopember 2019 lalu, sekira Pukul 10.30 WIB, korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dan mengalami lima luka tusukan dengan posisi pisau masih menancap didada kiri, disalah satu kamar mandi rumah seorang Pendeta GSRI bernama Gayus Bangun tepatnya dikomplek Taman Permata Surya Blok E 15, Kecamatan Delitua.

Terkait kasus pembunuhan Reli Kemit yang menimbulkan tanda tanya banyak kalangan terutama pihak keluarga korban, rekan sesama pejabat pemerintahan Desa se- Kecamatan Sibolangit yang tergabung didalam Asosiasi PAPDESI.

“Kami meminta Kapolda mengusut tuntas siapa dalang pembunuhan rekan kami, sangat tidak masuk akal kalau dinyatakan kematian korban akibat bunuh diri seperti yang diutarakan saksi (pembantu RT Gayus Bangun) kepada tim penyidik Polsek Delitua,” kata rekan korban yang juga Kades Sikeben Piter Tarigan, Kamis (30/1/2020).

Dirinya berharap kapada Kapolda Sumut Irjen Martua Sormin untuk mengusut tuntas penyebab kematian Reli Kemit, karena ada yang tidak wajar.

“Karena sesuai dengan jumlah luka disekujur tubuh korban, sedangkan selama ini diketahui korban dalam keadaan sakit stroek ringan, tidak masuk akal dan diluar nalar korban melakukan bunuh diri,” tambah dia.

Terpisah P Kemit (60) warga yang juga Kakak Korban mengatakan kejadian ini sudah berjalan 3 bulan, hingga hari ini belum ada kejelasan dari pihak kepolisian untuk mengungkapnya.

“Kematian adek saya diduga keras dibunuh, otak pembunuhnya sampai saat ini belum terungkap, pasalnya pihak kepolisian dari Sektor Delitua belum juga mengungkap siapa dalang dan pelaku pembunuhan adek saya,” ujar dia, sambil tersedu-sedu.

Dengan isak tangis P Kemit melanjutkan,kami dari pihak keluarga besar Kemit Mergana sangat berharap kepada Kapolda Sumut beserta jajarannya supaya dapat mengungkap siapa aktor dibalik kasus pembunuhan ini.

Lanjut dia, pihak keluarga tidak menerima bila kasus meninggal kakaknya dinyatakan karena bunuh diri. Pasalnya kondisi korban dalam kadaan lemah, karena sakit yang diderita.

“Kami (keluarga) tidak terima kalau kasus ini dinyatakan akibat bunuh diri, karna disamping kondisi korban sebelum meninggal sedang mengalami stroek ringan, kondisi tubuhnya memang sudah sangat lemah, saat korban ditemukan ada 5 tusukan didada, baju kaos korban koyak terkena sabetan pisau yang digunakan untuk membunuh korban, hal inilah yang diyakini keluarga bahwa korban diduga dibunuh seseorang atau lebih,” ujarnya sambil mengelap airmata.

Diketahui, kronologis kejadian menurut keterangan Polsek Delitua bahwa, pada pukul 10.00 WIB Gayus Bangun pemilik rumah, ditelpon oleh pembantunya bernama Lestari Beru Sembiring (25) bahwasanya Reli Kemit (korban) berada dikamar mandi. Namun tidak kunjung keluar, merasa kawatir Gayus Bangun lalu menelpon Hidayat (54) selaku Kadus 8, meminta tolong agar datang kerumahnya untuk melihat situasi tempat tinggalnya.

Pada pukul 11.15 WIB Kadus beserta salah seorang warga tiba dirumah Gayus dan melihat korban sudah bersimbah darah didalam kamar mandi. Karena merasa takut Kadus langsung menghubungi pihak kepolisian Polsek Delitua.

Sekira pukul 11.20 WIB Polisi dari Polsek Delitua tiba di TKP dan melihat korban sudah tidak bernyawa dengan posisi duduk diatas kloset dengan pisau menancap dibagian dada sebelah kiri. Kapolsek Delitua AKP. Dolly B Nainggolan beserta Camat Delitua mendatangi TKP setelah menerima informasi.

Setelah dilakukan pemeriksaan didapati 5 luka tusukan didada korban, sementara korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum. Perkiraan sementara kematian korban diakibatkan ada tekanan pihak keluarga dikarenakan korban lagi mengurus proses perceraian dengan istrinya, oleh karna itu korban tinggal sementara dirumah Pendeta Gayus Bangun. (Lia)