BM PAN Minta Pemilihan Wakil Bupati Bekasi Hindari Politik Transaksional

POSKOBERITA.COM, BEKASI – Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Kabupaten Bekasi menegaskan polemik posisi kursi Wakil Bupati Bekasi pasca dilantiknya Eka Supria Atmaja sebagai Bupati, jangan sampai menjadi hal yang fragmatis dan transaksional. Karena pemimpin yang terpilih secara fragmatis tidak akan memperjuangkan kepentingan rakyat tapi akan berpikir bagaimana mengembalikan modal.

Ketua BM PAN Kabupaten Bekasi, Herdiansyah berharap PAN Kabupaten Bekasi sebagai salah satu partai pengusung pasangan Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja pada Pilkada 2017 lalu dapat mengambil sikap secara profesional.

“Saya sendiri sebagai salah satu deklarator pada saat pengukuhan Neneng-Eka di Pebayuran waktu itu, berharap bahwa hal-hal yang berbau transaksional, kalau bahasa bocah Bekasinya jual-beli jabatan itu dihindarkan,” kata Herdiansyah, Senin (17/06/2019).

Herdiansyah meminta semua pihak yang berkepentingan mengambil posisi sebagai Wakil Bupati Bekasi untuk mempraktekkan politik secara fairplay.

“Mari kita berikan pelajaran kepada generasi muda yang berminat terjun ke politik, bagaimana caranya berpolitik secara fair play sesuai dengan kompetensi seseorang di posisi wabup tersebut,” kata Herdiansyah, Senin (17/06/2019).

BM PAN Kabupaten Bekasi juga megirimkan warning kepada para politisi senior di jajaran PAN Kabupaten Bekasi agar tidak terjebak untuk melakukan politik transaksional.

“Ketika menjual partai ini demi pundi-pundi rupiah. Maka jangan harapkan dia akan bisa menjadi contoh bagi generasi muda tapi akan menjadi cemooh. Bahwa mereka itu tidak menghidupi partai tapi cari hidup di partai. Tidak memberikan kemakmuran pada masyarakat, tapi memakmurkan dirinya sendiri.” ujarnya.

Kalau hal itu sampai terjadi, kami sebagai generasi muda siap bergerak menumbangkan pengurus seperti itu.” tegas Herdy. (Red)