Oknum Labkesda Kabupaten Bekasi Tuduh OB Sebagai Pencuri

POSKOBERITA.COM, BEKASI – Merasa di tuduh sebagai pencuri,  Salah satu warga Tambun yang bekerja sebagai OB (Office Boy) di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bekasi, yang berlokasi di Gedung Juang 45 Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, datang ke Kantor Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) untuk meminta bantuan dampingan hukum.

Kedatangan tersebut lantaran sang OB, NR, dituduh mencuri barang berupa 2 Unit Laptop yang kejadian barang tersebut hilang pada 6 Desember 2018 lalu dan tuduhan selanjutnya mencuri Televisi dan Printer ada awal Januari.

Baca : Oknum Labkesda Diduga Rampas Kemerdekaan Istri OB

Menurut salah satu pekerja OB yang menjadi korban penuduhan, NR mengatakan, dirinya di damprat pada Selasa (6/12/2018), bahwa telah terjadi kehilangan 2 laptop. Padahal, pada tanggal 5/12/2018, sekitar pukul 16.30 WIB, para pekerja semuanya sudah pada pulang.

Dijelaskan NR, pada Selasa (6/12/2018) memang pulang lebih awal sekitar pukul 10.00 WIB. Pasalnya, dirinya dihubungi saudaranya untuk melawat, karena ada yang meninggal. Namun, pulangnya yang lebih awal, justru menjadi tuduhan kalau dirinya mencuri.

“Sekitar jam 16.00 WIB, saya ditelepon oleh kantor disuruh menghadap ke Kepala (UPTD Labkesda). Tapi sekitar jam 16.30 WIB, Kepala datang ke rumah menanyakan laptop. Lalu minta keterangan, kalau memang tidak tahu urusan ke polisi saja,” ucapnya kepada wartawan.

Dikatakan NR, setelah 2 Unit laptop hilang dari Labkesda, awal Januari 2019 1 unit televisi dan printer pun juga hilang. Dirinya kembali dituduhkan oleh pihak Labkesda. Apalagi, oknum Labkesda juga mengintrogasi NR dan ER (teman NR) seolah sebagai penyidik.

“Setelah kejadian hilangnya laptop ini, beberapa minggu yang lalu terjadi kehilangan lagi, yaitu sebuah TV dan Printer, untuk jumlahnya saya kurang tahu dan disitu saya sudah tidak memegang kunci lagi,” jelasnya.

NR menambahkan, usai oknum Labkesda mengintrogasi dirinya dan ER, oknum Labkesda juga merampas kemerdekaan istri NR, yakni AS. “Saya sudah didzolimi, HP istri saya juga dirampas oleh pegawai Labkesda,” pungkasnya. (can)