Maulid di Pamulang Tangsel dihadiri Gus Muwafiq dan Kapolres Ferdy Irawan

TANGSEL,POSKOBERITA.COM – Pagelaran acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, bertempat di Lapangan Kecamatan Pamulang Jalan Siliwangi No. 1 Kelurahan Pamulang Barat Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Minggu (2/12/2018) Pukul 13.00 Wib siang berjalan dengan cukup hikmat dan meriah.
Acara yang digagas Forum Masyarakat Muslim Kota Tangerang Selatan (Formutas) dan Ormas Pendekar Banten Korda II Tangerang Selatan bersama Kepolisian Resort Kota Tangerang Selatan (Polres Tangsel ) tersebut dikemas dalam bingkai Sholawat Untuk Negeri “Sinergitas Keutamaan dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa” dengan penceramah KH. AHMAD MUWAFIQ ( GUS MUWAFIQ ) ini di hadiri sekitar delapan ratus jemaah.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolres Tangsel Akbp Ferdy Irawan, S.IK., M.Si.,Wakapolres Tangsel Kompol, S.IK, M.Si.,Danramil 0506 Ciputat-Pamulang ( diwakilkan oleh Babinsa Pamulang Barat Serka Hartono), Camat Pamulang H. Deden Djuardi, S.Sos, M.Si. Kapolsek Jajaran Polres Tangsel, PJU Polres Tangsel, Lurah Se-Kecamatan Pamulang, anggota Polres Tangsel dan Polsek jajaran, Bhayangkari Cabang Tangsel, anggota Pendekar Banten, Jemaah PCNU Tangsel dan beberapa ormas pemuda serta Mahasiswa.
”Kita bersyukur dalam kesempatan hari ini kita dapat berkumpul dalam rangka giat Maulid Nabi Muhammad SAW Salawat Untuk Negeri” kata H. Deden Djuardi, S.Sos, M.Si. Camat Pamulang dalam sambutannya.
Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Kyai MUWAFIQ alhamdulillah dapat hadir di acara ini meskipun kita tahu Pak Kyai sangat sibuk.
Mudah – mudahan tausiyah yang disampaikan Pak Kyai dapat memberikan manfaat bagi kita semua, dapat lebih mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
KH. AHMAD MUWAFIQ ( GUS MUWAFIQ ) dalam tausiyah Agama memaparkan “Sinergitas keumatan dalam menjaga kedaulatan bangsa, sejarah Islam masuk ke Indonesia, kenapa karena di Indonesia terdiri berbagai macam suku bangsa”
Berbeda dari bangsa bangsa lain,untuk menjaga keberagaman dengan seperti inilah bersama sama kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kalau mau merusak bangsa Indonesia ini ya harus merusak kebersamaan bangsa.
Bangsa ini didesain oleh para ulama yaitu didesain meskipun berbeda beda tetapi tetap satu.Dari dulu bangsa kita bangsa yang besar dan berdaulat, di Indonesia punya mekanisme kerajaan dan kasta, sampai dengan islam masuk dan menawarkan musyarokah dan menjadi masyarakat merubah sistem dari kerajaan dan kasta kasta menjadi kebersamaan, yang paling berperan ialah para wali dalam mempersatukan bangsa Indonesia.
Membangun bangsa yang berbeda tidak mudah, sampaikan ke generasi muda ingatkan kembali Indonesia punya sejarah yang panjang.Kita jadi bangsa sekarang jangan dipisahkan dengan sejarah masa lalu.
Sebelum Belanda datang menjajah Indonesia sudah bersatu dan bersama sama masyarakat berjuang mempertahankan NKRI. maka dari itu bangsa ini karena berbeda beda untuk mempersatukan harus disepakati bersama sama yaitu dengan di buat Pancasila.
Ditempat tetpisah, Kapolres Tangerang Selatan, AKBP. Ferdy Irawan, kepada awak media menyampaikan dan mengajak, agar jangan melupakan sejarah Bangsa Indonesia bagaimana dulu berdirinya Bangsa Indonesia.
Tujuannya, khususnya di Kota Tangerang Selatan, agar masyarakat Tangsel jangan sampai terpecah belah karena suatu hal, Marilah bersatu membangun bangsa ini, ungkapnya kepada Media.
Di tanya tentang Islam Nusantara, Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, adalah istilah mencermati bagaimana sejarah masuknya Islam ke Indonesia.
Masyarakat juga harus tahu bagaimana masuknya Islam tidak serta merta masuk ke Indonesia tapi melalui proses perjalanan yang tidak dipisahkan dari budaya dan sejarah Indonesia, jelas AKBP Ferdy.
Acara juga dimeriahkan kesenian pencak silat, debus dan musik islami serta Dipenghujung acara dilakukan Penyematan Dewan Kehormatan dan Pemberian cinderamata untuk Kapolres dan Gus Muwafiq dari Pendekar Banten.


