Minim Perhatian Petani di Kabupaten Bekasi Keluhkan Saluran Irigasi Tersier

0
8

POSKOBERITA.COM, BEKASI – Saluran irigasi tersier yang mengaliri persawahan di kabupaten Bekasi nyaris tidak terawat.

Hal ini terjadi hampir di beberapa desa di kecamatan Pebayuran kabupaten Bekasi dimana separuh masyarakatnya menggantukan diri sebagai petani sebagai mata pencarianya.

Mulai dari pendangkalan oleh lumpur serta longsornya pematang irigasi tersier menjadi alasan yang mengakibatkan proses pengairan di area persawahan tersebut menjadi terganggu.

Akibatnya, ketika musim penghujan saluran irigasi tidak mampu menampung debit air dan mengakibatkan banjir.

Hal lain, banyaknya irigasi tersier yang di tanami padi pada musim tanam mengakibatkan aliran air akan terganggu.

Beberapa petani di kampung Pintu desa Bantarjaya sengaja memviralkan rekaman kekecewaan mereka terhadap buruknya saluran air yang mengaliri aliran sawah mereka.

Mereka mempertanyakan keseriusan pemerintah dan sinergisitas antara petani dengan pemerintahan desa setempat.

” Tolong perhatikan kami petani salah satuny saluran air dan bahas di dalam rapat desa (Minggon),” kata Mamun.

Beliaupun mengharapakan pihak desa bisa mengakomodir kebutuhan mereka sebagai petani.

” Ini kami bekerja bukan ingin dipuji tapi setidaknya pemerintahan desa dalam hal ini kepala dusun bisa hadir untuk memberikan semangatnya, ” tambahnya (31/05/2021).

Hal serupa di katakan ketua Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan) kelurahan Kertasari, Janur mengatakan perbaikan dan perawatan irigasi tersier harus dilakukan berkala dan continue.

”Harus secara berkala dan continue supaya kerusakan aliran irigasi bisa terawat, mana mungkin ketahanan pangan terwujud jika sarana dan prasarana penunjang pertanian rusak dan kurang berfungsi,’” tandasnya. (red)