Bupati Eka Dampingi Wapres Ma’ruf Tinjau Simulasi Vaksinasi Covid-19

0
29
SIMULASI: Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin sambangi Puskesmas Cikarang, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara sebagai lokasi simulasi vaksinasi virus korona pada Kamis (18/11/2020).

POSKOBERITA.COM, CIKARANG – Kabupaten Bekasi terpilih sebagai satu daerah Indonesia sebagai penerima vaksin Covid-19 pertama, membuat Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin pun sambangi Puskesmas Cikarang, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara sebagai lokasi simulasi vaksinasi virus korona pada Kamis (18/11/2020).

Rombongan istana itu hadir bersama Menkes Terawan serta didampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja.

Ma’ruf juga sempat berkeliling melihat simulasi proses vaksinasi Covid-19, sambil mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny.

Tahap demi tahap, Ia mengamati dan memastikan standar operasional dan prosedur vaksinasi dijalankan dengan baik. Mulai dari pendaftaran peserta, screening (pemeriksaan) kesehatan dasar peserta, penyuntikan vaksin, hingga observasi setelah vaksinasi.

Maruf mengungkapkan, simulasi vaksinasi ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan vaksinasi secara keseluruhan, yang sudah direncanakan oleh pemerintah.

“Ini simulasi ini merupakan bagian daripada persiapan pelaksanaan daripada vaksinasi secara keseluruhan nanti yang sudah direncanakan oleh pemerintah,” kata dia.

Selain itu, Maruf juga menyoroti terkait limbah bekas vaksin harus ditangani secara baik. “Jadi bagaimaba limbah bekas vaksin yang banyak itu harus ditangani. Itu bagian dari persiapan,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Bekasi, Eka Supria Atmadja mengatakan, pendistribusian vaksin kepada masyarakat Bekasi masih menunggu perintah dari pemerintah pusat. Namun, simulasi pemberian vaksin masyarakat sudah dilakukan selama 45 menit yang disaksikan langsung Wapres Ma’ruf Amin.

“Jadi sebelum kami distribusikan kepada masyarakat, kami akan mengevaluasi hasil simulasi pemberian vaksin yang disaksikan langsung Pak Wapres. Kapan waktunya kami menunggu arahan pusat,” ujar dia.

Meski begitu, sambung Eka, Pemkab Bekasi telah menyiapkan 44 Puskesmas untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Di mana, Kabupaten Bekasi sendiri mendapatkan jatah dari pemerintah pusat untuk vaksin sebanyak 487.882 orang pada tahap pertama.

Bahkan, tenaga medis yang disiapkan untuk menjadi vaksinator Covid-19 juga telah siap bertugas di Puskesmas maupun tempat lainnya.

“Lokasi vaksin nanti bukan hanya di Puskesmas, mungkin di rumah sakit atau lokasi lainya,” bilang dia

Bupati Eka merinci kuota vaksin itu akan menyasar 234.546 orang di antaranya berasal dari katagori penduduk di tempat berisiko. Sementara 212.454 orang lainnya merupakan warga yang masuk katagori karyawan perusahaan. Menyusul kemudian 12.000 orang tenaga pendidikan.

Selanjutnya tenaga kesehatan rumah sakit dengan alokasi penerima sebanyak 8.552 orang serta 5.610 orang yang bekerja sebagai aparatur desa dan kelurahan.

Selain tenaga kesehatan di rumah sakit, tenaga medis lainnya juga mendapat alokasi ini. Rincianya, 2.758 orang tenaga kesehatan klinik, 2.205 tenaga kesehatan di Puskesmas.

Kemudian 500 orang dari tenaga kesehatan lainnya atau swasta murni. Sedang, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mendapat alokasi vaksin, dengan jumlah penerima 4.000 orang. 1.610 orang yang bekerja di kantor kecamatan juga mendapat bantuan vaksin serupa.

Sejumlah instansi vertikal juga mendapat alokasi vaksin di antaranya 153 orang tenaga Palang Merah Indonesia (PMI), 600 prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 0509, 1.603 anggota Kepolisian Resor Bekasi, serta 27 pegawai pengadilan agama. Kemudian 80 pegawai Kejaksaan, 50 Pegawai Pengadilan Negeri, 50 orang di DPRD.

Lalu, 834 pegawai Kementerian Agama, 150 orang di instansi BPJS, serta 100 orang pegawai PDAM Tirta Bhagasasi. Sementara untuk vaksinasi secara massal, Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang menyiapkan 44 Puskesmas serta sarana kesehatan lainnya seperti klinik dan rumah sakit. (ADV/red)