Petugas Polres Karo di Bacok Bandar Narkoba

0
168
Ilustrasi

POSKO BERITA, KARO–Jeri Nando Ginting ( 36 ) warga Dusun Basam, Desa Barus Julu, Kecamatan Barus Jahe, Kabupaten Karo terpaksa harus dihadiahi timah panas oleh Satres Narkoba Polres Tanah Karo, karena mencoba membacok anggota polisi saat hendak menakapnya, Sabtu (15/2/2020).

Hal tersebut dijelas Kapolres Karo AKBP Benny R Hutajulu, melalui Kasata Narkoba AKP. Rasmaju Tarigan saat personil Satres Narkoba mengadakan penyelidikkan tentang adanya informasi dugaan adanya pengedar narkotika di Dusun Basam, Desa Barus Julu. Setibanya dilokasi petugas langsung melakukan penggerebekan kediaman tersangka.

“Saat penggerebekan ke kediaman tersangka, Personil Satres Narkoba membagi anggota menjadi dua TIM, satu tim yang berjumlah tiga orang bergerak kearah mobil dan satu tim lagi yang berjumlah empat orang menuju rumah TSK,” kata dia.

Selanjutnya mengamankan seorang laki – laki
bernama Dalton Sanjaya Sianturi yang sedang mengaduk semen didepan rumah Jeri (tersangka) yang diduga salah seorang kaki tangan untuk membantu menjual narkoba milik tersangka.

Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R Hutajulu jenguk Aiptu Basmi Ginting yang menjadi korban pembacokan terduga tersangka bandar narkoba.

Saat Aiptu Basmi Gintingpun masuk kedalam rumah tersangka, masih kata Rasmaju Tarigan, mencoba memperkenalkan diri sebagai petugas kepolisian tersangka yang sudah membekali diri dengan senjata tajam langsung membacokan parang ke tubuh Aiptu Basmi Ginting.

“Ginting melewati pintu belakang rumah, tiba-tiba Jeri keluar dari balik dinding ditempat persembunyiannya langsung mengarahkan sajam parang dan membacokannya ke bagaian punggung Aiptu Basmi Ginting,” kata dia.

Karena kesigapan, melihat hal tersebut Aiptu Basmi Ginting menangkis serta menangkap tangan tersangka hingga terjatuh, beruntung hanya jaketnya saja yang robek. Namun demikian tersangka tidak menyerah begitu saja walaupun sudah terjatuh, tersangka berusaha mengayunkan parangnya kearah petugas sehingga menyayat pundak sebelah kiri.

“karena adanya perlawanan lalu petugas kami memberikan tindakan tegas dengan melumpuhkan tersangka menggunakan senjata api karena takut tersangka melarikan diri,” kata dia.

Tersangka yang terluka sempat dilarikan ke rumah sakit. Naas, setibanya di Rumah Sakit tersangka meninggal dunia, dari rumah tersangka petugas menemukan 1 buah dompet berisikan 24 paket sabu dengan berat 5.80 gram, sedangkan ketika diperiksa dibadan tersangka saat di rumah sakit menemukan 1 paket sabu dalam kantong jaketnya sebelah kanan seberat 16.10 gram.

Bukan hanyabitu, lersonil juga melakukan pemeriksaan dirumah tersangka saat digeledah di kamar tepatnya dibawah tilam petugas menemukan 1 paket sabu didalam plastik klip bening dengan berat 0.99 gram dan dibawah tempat tidur didapati 1 buah timbangan elektrik warna putih, 1 buah bong botol plastik, 2 buah mancis tanpa tutup kepala, dan 1 buah pipet sebagai sekop,serta beberapa plastik ber-les merah dalam keadaan kosong,jumlah keseluruhan barang bukti 26 paket sabu dengan berat brutto 22.88 gram. (Lia)