Jalan Menuju Desa Suka Julu Rusak Parah, Pemkab dan DPRD Hanya Janji

0
80
Terlihat Jalan Menuju Desa Suka Julu Rusak Parah.

POSKO BERITA, KARO–Tanah yang sangat subur di pegunungan Tanah Karo menjadi anugrah bagi seluruh masyarakatnya. Kehidupan masyarakat disana sangat bergantung pada hasil bumi. Sehingga menurut Limbong Sembiring (35) mereka sangat betah untuk tinggal dan bercocok tanam di Desa Suka Julu, Kecamtan Tiga Binanga, Kabupaten Karo.

Limbong mengatakan mayoritas penduduk di desanya menggarap ladang. Hasil panen mereka pasarkan ke kota dan kecamatan.

“Tapi sayangnya jalan akses keluar masuk ke desa kami sangat jelek. Sepanjang jalan rusak ketika musim kemarau jalan sangat berdebu sedangkan kalau masuk musim hujan jalannya sangat becek dengan batu-batu sungai bertebaran di jalan,” ujar Limbong berkeluh kesah.

Masih menurut Limbong, jalan ke desanya sangat terjal dan mendaki. ” Dari jaman dulu jalan ini tidak pernah di perhatikan pemerintah. Ketika kami akan membawa hasil panen jadi susah. Terpaksa harga menjadi mahal, karena untuk mengangkut keluar desa butuh banyak biaya, belum lagi untuk mengantar anak sekolah butuh usaha ekstra,” ucap Limbong lirih.

“Tolonglah kepada Bupati, Anggota Dewan Pak Presiden atau siapapun yang mendengar kami. Lihatlah desa kami. Kami bukan anak tiri, kami juga bayar pajak. Susah sekali kami berjalan keluar dari desa kami, tolong jangan hanya dilihat tapi dibagusin padahal desa kami berada di perbatasan antara 4 kecamatan. Tapi tak sedikitpun ada respon dari pemerintah,” ratap Limbong.

Memang sepanjang pantauan kru, jalan menuju desa Suka Julu ini sangat mendaki. Batu-batu sungai masih berserakan di badan jalan. Untuk sampai di desa butuh kewaspadaan dalam menyetir. Dan ketika kami menanyakan keadaan ini kepada

Hal tersebut dibenarkan Kepala Desa Suka Julu, Julianto Ginting dirinya mengaku apa yang dikeluhkan warganya itu benar.

“Kami sudah berulangkali mengadakan pertemuan untuk audiensi ke Bupati Karo. Tapi kelihatannya tidak ada respon sama sekali. Kepada anggota dewan ketika mereka mengadakan reses juga sudah saya sampaikan. Tapi belum ada jawaban, kami hanya menunggu dan sabar. Kata Pemda dana untuk ini belum cukup,” Jelas Julianto Ginting. (Dwi)