Kapolda Sebut Kebakaran di Rutan Kabanjahe Bentuk Solidaritas Napi

0
207
Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin tinjau Rutan Kelas II B Kabanjahe pasca kebakaran.

POSKO BERITA, KARO–Pasca kebakaran yang terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Rabu (12/02/2020) sekira pukul 11.30 WIB tadi pagi, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin tinjauan langsung ke lokasi.

Didampingi Bupati Tanah Karo Terkelin Brahmana, Dandim 0202/TK Letkol INF. T Rizal Batubara, Kajari Karo Denny Ahmad dan pejabat lapas, Martuani menuturkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. “Semua narapidana dan petugas lapas bisa dievakuasi dengan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” jelasnya.

Baca: Diduga Akbiat Bentrokan Antar Napi, Rutan Kabanjahe Karo Terbakar

Martuani juga mengatakan dengan tegas bahwa kejadian ini berawal dari kerusuhan yang diciptakan sekelompok warga binaan yang merasa keberatan dengan sanksi untuk salah seorang rekan mereka.

“Sebenarnya ini adalah bentuk solidaritas antara narapidana. Karena ada warga binaan yang melanggar disiplin dan dikenakan sanksi oleh petugas. Kemudian melakukan perlawanan. Sehingga menyetuskan bentrokan antara warga binaan dengan petugas,” terangnya di depan Rutan, Jl. Bhayangkara Kecamatan Kabanjahe.

“Sementara ini ada 3 sel yang masih bisa di pakai. Malam ini akan dibersihkan dan dalam 2 atau 3 hari ini bisa dihuni kembali. Ada 142 orang warga binaan yang masih menunggu proses sidang. Mereka akan menempati 3 sel itu nantinya. Sementara ini mereka dititipkan di Mapolres Tanah Karo. Sementara untuk warga binaan yang sudah menerima putusan inkrah akan dipindahkan ke Rutan yang ada di Medan, Binjai, Sidikalang, dan Humbang Hasundutan. Mereka akan dikawal oleh TNI Dan Polri dalam perjalanan menuju ke masing-masing kota,” sambung dia.

Ketika ditanya tentang pelaku kerusuhan ini, Martuani menjawab tegas bahwa ada 10 orang pelaku yang sudah diamankan di Polres Tanah Karo. ” Saat ini mereka akan menjalani pemeriksaan tambahan oleh petugas. Sementara ini mereka dikenakan pasal 170 KUHP tentang membuat kerusuhan dan perusakan terhadap barang bersama-sama,” jelasnya.

Dalam penjelasannya, Martuani juga sangat mengapresiasi kerja keras personil Kodim dan Yonif 125 Simbisa yang telah membantu Polres dan Lapas dalam menangani insiden ini.

Hingga saat ini, dari pantauan POSKO BERITA keadaan di lokasi kejadian sudah terlihat kondusif. Terlihat petugas Laboratorium Forensik Sumatera Utara masih mengadakan penelitian lebih lanjut di Rutan Kelas IIB Kabanjahe yang selama ini menampung 410 warga binaan. (Dwi)