30 Persen APBD Jatim Dialokasikan untuk Pendidikan

0
255
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

POSKOBERITA.COM, SURABAYA – Pemprov Jawa Timur memberikan porsi besar dalam APBD tahun 2020 untuk pengembangan sektor pendidikan. Dari total APBD Provinsi Jawa Timur Rp 35,1 trilliun, sebesar 30 persen dialokasikan khusus untuk sektor pendidikan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pendidikan menjadi ujung tombak pencetak SDM yang berkualitas di Jawa Timur. Untuk itu khofifah meminta agar di awal tahun, seluruh jajaran dinas pendidikan bisa segera tancap gas.

Ia meminta lelang barang dan jasa di bidang pendidikan agar segera dilakukan, agar proses belajar mengajar bisa berlangsung dengan lancar dan baik.

“Kelengkapan kebutuhan untuk pendidikan yang menjadi tanggung jawab Pemprov saya harapkan bisa segera dilakukan lelang. Hal ini sangat penting, untuk memenuhi dan menjamin kelancaran proses belajar mengajar,” ungkap Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menjelaskan, saat ini kebutuhan pendidikan khususnya untuk SMA dan SMK telah teranggarkan pada APBD, khususnya lewat program pendidikan gratis berkualitas (TisTas). Bahkan, alokasi anggaran untuk pendidikan mencapai sekitar 30 persen dari total anggaran yang ada.

“Dengan dukungan anggaran cukup besar, kami berharap kualitas pendidikan di Jatim bisa semakin meningkat selaras dengan program Jatim Cerdas. Dengan demikian, maka diharapkan juga akan bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Jatim,” urai Khofifah.

Lebih lanjut dijelaskan Khofifah, Pemprov juga tengah menyiapkan action plan untuk pendidikan yang ada di Jatim. Salah satunya dengan penguatan revitalisasi SMK dan SMK pengampu. Khusus untuk SMK Pengampu pada tahun 2020 terdapat 157 SMK Pengampu yang mengampu sekitar 785 SMK sesuai jurusan yang relevan.

“Pada tahun 2020 ini, kami akan fokus pada penguatan revitalisasi SMK termasuk di dalamnya peningkatan mutu dan relevansi pendidikan SMK dengan pasar kerja. Sedangkan untuk SMK Pengampu kami fokus pada pelaksanaan fungsi SMK Pengampu yang telah difasilitasi sejak tahun 2019,” tambah mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.

Selain itu, Pemprov Jatim juga terus memperkuat konsep SMA dan MA Double Track. Diantaranya dengan pengembangan dan monitoring karir alumni SMA Double Track, pembinaan kewirausahaan melalui usaha sekolah online, serta menyiapkan wadah bertemunya jaringan mitra Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dengan calon tenaga kerja potensial alumni SMA dan MA Double Track melalui platform ruangkarir.net.

“Khusus untuk tahun ini kami juga akan terus meningkatkan kualitas muatan vokasi untuk pendidikan Madrasah Aliyah (MA) di Jatim. Dengan bidang ketrampilan antara lain multimedia, teknik listrik, kecantikan, dan tata boga. Dengan demikian, maka lulusan MA diharapkan setelah lulus juga bisa langsung siap kerja,” tegas Khofifah.

Selain itu, action plan pendidikan yang juga disiapkan yaitu dengan inkubasi siswa-siswi SMK sebagai talent pada Millenial Job Center (MJC). Dengan demikian, para siswa-siswi SMK tersebut akan bisa memiliki ketrampilan dan keahlian yang dibutuhkan para mitra usaha yang sudah bersinergi dengan MJC.

“Terkait hal ini, saya minta semuanya bisa dibreakdown lebih detail lagi. Sehingga membuka ruang sinergi lebih luas dari berbagai pihak yang berminat untuk meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di Jatim,” pungkas Khofifah. (***/bbc/red)