LAMI Apresiasi Kajari Kabupaten Bekasi tetapkan Mantan Kades sebagai Tersangka Korupsi ADD

0
324
ORASI: Koordinator DPP LAMI, Suganda saat memegang toa di Gedung KPK, Jakarta Selatan, saat unjuk rasa.

POSKOBERITA.COM, CIKARANG – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) mengapresiasi Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi yang menetapkan AM, sebagai tersangka dalam penyalahgunaan pengelolaan APBDes Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, tahun anggaran 2016, pada Senin (9/12).

Koordinator LAMI, Suganda mengatakan, kerugian negara yang dilakukan mantan Kades untuk penggunaan APBDes Karang Asih, sangat ditunggu-tunggu masyarakat Kabupaten Bekasi. Pasalnya, di Hari Anti Korupsi se-Dunia Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi selalu menunjukkan komitmen untuk memberantas korupsi.

“Kami sangat mengapresiasi dengan kinerja Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi. Apalagi, Kepala Kejari yang baru langsung tancap gas memberantas korupsi,” kata dia kepada wartawan.

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Bekasi, Angga Dhielayaksya mengatakan, pada tahun anggaran 2016 tersangka saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Karang Asih. Adapun sangkaan terhadap tersangka tentang kerugian negara kurang lebih Rp 1 miliar dari APBDes Rp 3 miliar.

“Ya, pada saat ini kami menetapkan AM sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan APBDes Karang Asih tahun 2016,” ujar dia.

BACA JUGA : LAMI DUKUNG KAJARI KABUPATEN BEKASI

AM ditetapkan karena secara keseluruahan punya peran lebih banyak. Kendati demikian Kejari Kabupaten Bekasi akan terus mencari tahu untuk menetapkan tersangka lainnya pada fakta persidangan nanti.

“Untuk saat ini AM, berperan lebih banyak dalam kasus ini. Tapi nanti arahnya apakah masih ada yang lain di fakta persidangan seperti apa,” kata dia.

Masih kata Angga, total Rp 3 miliar merupakan APBDes Karang Asih dari tiga mata anggaran di antaranya Bantuan Provinsi, Dana Alokasi Desa (ADD) dan bantuan dari Pemkab Bekasi.

“Dari angggaran tersebut, dari hitungan BPKP terdapat kerugian negara sebesar Rp 1 miliar lebih,” terang dia.

BACA JUGA: PASCA SEKDA JABAR TERSANGKA, LAMI DESAK KPK JANGAN LUPAKAN ASN KABUPATEN BEKASI

Dari dua alat bukti, Kejari Kabupaten Bekasi menetapkan AM sebagai tersangka dan dari hasil penggeledahan yang pernah dilakukan Kejari berhasil menemukan bukti lainnya yaitu kwitansi dan Stempel palsu.

“Adanya dua alat bukti, pada wkatu kita melakukan penggeledahaan kita juga menemukan beberapa kwitansi bodong dan stempel yang kita indentifikasikan bodong,” terang dia.

Dalam penanganan kasus pidana korupsi, Angga menegaskan tidak pandang bulu menindak para tersangka siapapun orangnya.

“Kami tidak pandang bulu siapapun yang melakukan kejahatan kami akan proses, walau pun jangka waktu yang diselesaikan agak lama,” ucap dia.

Diketahui, untuk mempertanggung jawabankan perbuatannya AM di jerat pasal 2 ayat (1) dan Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 Pemberantasan tindak pidana korupsi. (wil/ane)

BACA JUGA: LAMI MALUKU DESAK KEJATI TEGAS BERANTAS KORUPSI

BACA JUGA: LAMI KEPRI APRESIASI KPK OTT GUBERNUR KEPRI