Pemkab Bekasi Bakal Perketat Alih Fungsi Lahan Pertanian

0
43

CABANGBUNGIN – Pemerintah Kabupaten Bekasi bakal memperketat alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Bekasi. Hal tersebut disampaikan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja pada acara Panen Raya di Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, pada Kamis (21/11/2019).
Ia mengungkapkan bakal menyediakan regulasi untuk mempertahankan lahan pertanian yang mulai terdesak oleh industri dan perumahan. “Kita akan terus membuat regulasi yang ditujukan untuk mempertahankan lahan pertanian, jadi daerah-daerah yang memungkinkan akan kita pertahankan dengan melihat potensi tanah pertanian yang masih subur, tanah yang masih subur itu tidak boleh dirubah peruntukannya untuk menjadi lahan selain lahan pertanian,” ujarnya.
Eka juga mengatakan hasil panen raya kali ini sungguh luar biasa dan patut disyukuri, mengingat terjadinya panen raya ini terjadi ditengah isu alih fungsi lahan dan musim kemarau yang panjang.
“Hasil panen tahun ini sungguh luar biasa dan tentu saja ini merupakan pendapatan yang maksimal. Hal ini kita dapatkan karena kita selalu mendapat penyuluhan dari Dinas Pertanian sehingga hasil panennya dapat maksimal,” harap dia.
Selain itu Eka juga membahas masalah terkait dengan alat-alat pertanian yang sekarang sudah berkembang dan mutakhir. Eka berharap para petani sudah dapat memahami bagaimana menggunakan alat-alat tersebut sehingga kegunaannya dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.
“Saya berharap para petani sudah menjadi para petani yang modern, jangan sampai alatnya sudah ada tetapi tidak dapat menggunakannya. Dan juga penggunaan alat-alat pertanian yang sudah berkembang dan mutakhir ini juga dapat meningkatkan hasil pertanian untuk menjadi lebih baik lagi,” ucap Eka.
Sampai dengan bulan Oktober tahun 2019 produksi padi di Kabupaten Bekasi telah mencapai 366.354 Ton GKG atau setara dengan 234.457 Ton Beras. Dengan tiga Kecamatan penyumbang produksi padi terbesar yaitu Kecamatan Sukakarya, Kecamatan Cabangbungin dan Kecamatan Pebayuran. (*/taj)