Pasca Sekda Jabar Tersangka, LAMI Desak KPK Jangan Lupakan ASN Kabupaten Bekasi

0
163

BEKASI, POSKOBERITA.COM – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tetap mengusut aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Bekasi yang diduga terlibat kasus suap Meikarta. Apalagi, mereka sudah mengembalikan uang suap tersebut ke kas negara.

Koordinator LAMI, Suganda mengatakan, sangat mendukung atas kinerja KPK, yang terus melakukan pengembangan dan menuntaskan kasus suap Meikarta. Apalagi, sudah menetapkan ASN yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa atas keterlibatan suap Meikarta.

“Kami dari LAMI akan terus mengawal, kasus suap Meikarta ini. Kami pun dalam waktu dekat ini akan melakukan aksi demo damai ke KPK, untuk mendesak ASN Kabupaten Bekasi agar ditetapkan tersangka,” kata Suganda kepada wartawan.

Sebelumnya, Carwinda dan Deni Mulyadi bersaksi untuk terdakwa Billy Sindoro, Henry Jasmen, Fitradjadja Purnama dan Taryudi. Carwinda mengaku menerima uang Rp 100 juta.

Deni Mulyadi turut menerima uang Rp 100 juta dari ajudan Neneng Hasanah Yasin. Ia mengaku dihubungi Heri Gunawan bahwa ada titipan THR dari Bupati.

“Saya dikasih tahu ada titipan THR dari bupati nyampe Rp 150 juta. Dibagi dua, Rp 50 juta Heru. Saya enggak tahu dari Meikarta, dikirain dari Bupati. Baru tahu setelahnya dari staf saya yang dikasih tahu oleh Bupati,” kata Deni.

Deni mengaku sempat diinta bantuan Neneng untuk mengurus IPPT pada 2017. ‎Saat itu, ajudan Neneng memintanya untuk menyerahkan berkas IPPT ke Dinas DPMPTSP. Menurutnya, itu menyalahi aturan karena permohonan IPPT harusnya lewat loket DPMPTSP.

“Memang tidak sesuai prosedur karena harusnya lewat depan. Tapi ini perintah bupati,” ujarnya.

Adapun pada sidang 14 Januari, Neneng Hasanah mengaku menerima uang Rp 10 miliar itu dari Ey Taufik yang diserahkan dari Edy Dwi Soesianto. Uang Rp 10 miliar itu ia bagikan ke Carwinda Rp 100 juta, Deni Mulyadi Rp 100 juta, EY Taufik Rp 100 juta dan Neneng Rahmi Rp 200 juta.

Perlu diketahui, adapun ASN Kabupaten Bekasi yang terlibat dalam pusaran kasus suap Meikarta ini adalah.

1. Bagian Sekretariat DPRD Kabupaten Bekasi, Endang Setian
2. Ika Kharismasari (Kasubag Persidangan Setwan DPRD Kabupaten Bekasi)
3. Mirza Suandaru Riatno (Kasubag TU Setwan DPRD Kabupaten Bekasi)
4. Sartika Komalasari (Kasubag Umum/Staf Bagian Keuangan Setwan DPRD Kabupaten Bekasi)
5. Rosyid Hidayatulloh (eks staf Setwan DPRD Kabupaten Bekasi).
6. Sukmawati ‎Karna Hadiyat Kabid Perizinan DPMPTSP Pemkab Bekasi,
7. Muhamad Kasimin‎ Staf Penerbitan DPMPTSP Pemkab.
8. Carwinda (Mantan Kepala DPMPTSP/ Sekarang Kepala Dinas Pendidikan).
9. Deni Mulyadi PNS Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi‎
10. Ujang Tatang Staf Bidang Tata Ruang Pembangunan DPMPTSP‎
11. Luki Widayaning ‎Staf Pengelola Dokumen Perizinan DPMPTSP.
12. Suhup (Mantan Kadishub/ Sekarang Asisten 3 Bidang Umum Setda.
13. E.Y Taufik (Kepala Bidang Bappeda)
14. Asep Bukhori (Kabid di Dinas Pemadam Kebakaran). (vic/red)