LAMI Desak Penegak Hukum Usut SPJ Dana Desa Jatibaru yang Diduga Fiktif

0
177
Ilustrasi

POSKOBERITA.COM, BEKASI – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) mendesak penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan, terkait Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) atas kegiatan pengerjaan Sarana Olahraga Lapangan Sepakbola tahun 2018 lalu, yang dibuat Kepala Desa (Kades) Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sadar Darmadi, yang diduga fiktif.

Koordinator LAMI, Suganda mengatakan, penegak hukum harus segera mengusut SPj anggaran sarana olahraga lapangan sepakbola Desa Jatibaru, yang letaknya di belakang Kantor Desa. Apalagi, sudah dianggarkan sebesar Rp1 miliar di tahun 2018 yang bersumber dari Dana Desa (DD) dari Pemerintah Pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami dari LAMI mendesak penegak hukum untuk mengusut SPJ Kades yang lama peridoe 2012-2018 sebesar Rp600 juta. Namun, di Pemerintahan Desa Jatibaru yang sekarang dibawah komando Kades, Sadar Darmadi, malah sisanya tinggal sebesar Rp400 jutaan,” ujar Suganda kepada wartawan, Sabtu (20/7/2019).

Koordinator LAMI, Suganda

Suganda mengatakan, perlu diketahui bahwa pencairan tahap 1 tahun 2019 harus melampirkan SPJ/LPKJ tahun 2018 kepada Bupati. Apalagi, semua pekerjaan sudah selesai. Sementara, pekerjaan sarana olah raga sampai Mei 2019 belum selesai.

“Nah, kok bisa tahap 1 cair?. Berarti dari sisi administrasi SPJ fiktif dong,” sindirnya.

Kalau sudah begini tambah Suganda, jelas kita menduga ada mark-up anggaran terkait jasa perencanaan dan gambar sarana olahraga sepakbola sebesar Rp90 jutaan yang masih di komandoi Kepala Desa Jatibaru, Sadar Darmadi.

“Yang jadi pertanyaan, apakah sepantastis itu angka untuk jasa perencanaan dan gambar sarana olah raga sepak bola,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jatibaru, Sadar Darmadi dan Ketua BPD Desa Jatibaru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hingga berita ini diturunkan, belum memberikan tanggapan. (vic/red/bbc)