Sering Dicaci, Tugimin Tega Bunuh Istrinya

0
54

BEKASI, POSKOBERITA.COM – 
Polres Metro Bekasi bekuk Tug (47) usai bunuh istrinya sendiri, T S di Perumahan Grand Permata City Blok H.1 Nomor 27 RT 01 RW 07 Desa Karang Setia, Kecamatan Karang bahagia.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara, mengatakan, kejadian itu bermula ketika adik korban, Sari mencium bau busuk dari dalam kamar yang tidak digunakan. Adik korban curiga dengan aroma tak sedap tersebut, kemudian Sari melaporkan hal itu ke RT se tempat untuk ditindak lanjut.

“Dari laporan RT, petugas kami langsung ke lokasi TKP, setelah dicek korban sudah tergeletak dan membusuk, kemungkinan sudah meninggal beberapa hari yang lalu,” ungkapnya kepada awak media, Senin (29/4/2019).

Dia menambahkan, pihaknya mencurigai kematian korban sebab pada bagian leher korban terdapat jeratan tali.

“Saat olah TKP ditemukan kejanggalan atas kematian korban dan dileher korban terlilit tali tambang warna orange,” ucapnya.

Tersangka Tug ketika di wawancara media mengatakan, setelah diketahui orang yang pernah dicintainya itu tak lagi bernafas, pria 47 tahun itu langsung meninggalkan rumah di wilayah Bekasi.

Dengan uang seadanya, Tug kabur ke kawasan Tangerang. Dalam perjalanan Tug terus terbayang wajah sang istri saat meregang nyawa.

“Wajah istri saya yang kesakitan sambil bertahan untuk bisa tetap hidup terus terbayang di benak saya,” ujar Tug saat diwawancara.

Dengan hal tersebut, Tug akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Serpong. Dirinya langsung mengakui perbuatannya kepada polisi.

“Selama saya kabur itu hidup jadi tidak tenang, kepikiran sama kebayang terus jadi saya menyerahkan diri ke Polsek Serpong,” ungkap Tug di Polres Metro Bekasi Kabupaten.

Diakui Tug, perbuatan itu berlandaskan sakit hati. Sebab, belakangan Ia mendapat perkataan kasar dari Istrinya.

“Karena persoalan ekonomi, saya bekerja serabutan, istri saya kreditin baju-baju, saya baru menikah enam tahun,” tuturnya sambil tertunduk.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. (can)