Putik Sari Minta Peran Aktif Emak-Emak Penjaga Nilai Pancasila

0
71

BEKASI, POSKOBERITA.COM – Ibu-ibu diminta berperan aktif dalam mengembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila kepada keluarga khususnya anak-anak yang masih sekolah. Hal ini sangat penting mengingat masa depan bangsa dan negara Indonesia ditentukan dari peran generasi muda Indonesia sekarang ini, yang diharapkan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Demikian disampaikan oleh anggota Fraksi Gerindra DPR/MPR RI, drg. Putih Sari dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan di Desa Tambun, Keca,atan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Jumat, 8 Maret 2019. “Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini menjadi penting karena ada tanggungjawab kita bersama untuk membentengi para remaja kita dengan nilai-nilai Pancasia yang diwariskan oleh para pendiri bangsa,” jelas drg. Putih Sari dihadapan 200 emak-emak yang kebanyakan anggota Majelis Taklim di sekitar desa Tambun.

Untuk itulah, Putih Sari merasa perlu mengajak ibu-ibu Majelis Taklim untuk membentengi para remaja dengan menanamkan nilai-nilai luhur bangsa dalam bentuk sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang mencakup: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika. Dengan kegiatan ini diharapkan remaja Indonesia akan semakin kuat dalam menghadapi tantangan jaman, serta teta terjaganya rasa nasionalisme dan patriotisme bangsa.

Menurut Putih Sari, MPR sebagai lembaga tertinggi negara terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945. Salah satunya dengan terus mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI, yang meliputi Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NRI 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai harga mati persatuan bangsa.

Putih Sari merasa generasi muda pasca reformasi perlu terus menerus diberikan pemahaman tentang Empat Pilar Kebangsaan, sehingga untuk menghadapi masa depan bangsa ini akan lebih tegak dan kokoh dalam berbangsa dan bernegara menuju cita-cita proklamasi. Kebebasan berpendapat memang menandai lahirnya era reformasi, tapi seringkali kebebasan tersebut dimaknai bebas tanpa batas. Kesalahan pemahaman tersebut menyebabkan kendurnya nilai-nilai agama dan nilai-nilai keakraban sosial.

Sosialisasi Empat Pilar kebangsaan kali ini sebagaimana yang dilakukan drg. Putih Sari yang berasal dari Dapil VII Jawa Barat, sengaja dilaksanakan di lingkungan ibu-ibu karena peran orang tua yang sangat besar dalam mendidik anak-anaknya. Dalam acara tersebut Putih Sari yang sudah dua periode ini berkiprah di Parlemen ini bertindak sebagai narasumber utama dalam acara sosialisasi menguraikan Empat Pilar Kebangsaan ini.

“Tujuan pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk menggali nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar dapat dipahami secara utuh, menyeluruh dan berkelanjutan. Kegiatan ini nantinya diharapkan bisa menjadi dasar dalam mewujudkan visi dan misi Indonesia ke depan lebih maju dan bermartabat,” ujar anggota Komisi IX DPR RI ini.

Sosialisasi ini dilandaskan pada cita-cita negara Indonesia dalam alinea IV UUD RI 1945. Salah satunya adalah untuk ‘Mencerdaskan kehidupan bangsa’, atas dasar itulah sosialisasi menjadi begitu penting. Karena melalui kegiatan ini dapat membentuk manusia Indonesia yang berkualitas, maju, unggul , berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi sebagai modal utama dalam pembangunan bangsa.

“Pemahaman dan implementasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar negara harus selalu ditumbuh kembangkan dalam mewujudkan cita-cita masa depan indonesia yang lebih baik menuju masyarakat yang sejahtera,adil,makmur serta menjadi negara yang berdaulat dan bermartabat,” lanjut Putih Sari.(red)