Forkopimda Kabupaten Bekasi Helat Silaturohmi Dengan Elemen Masyarakat

0
118
Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Arh Henri Yudi Setiawan (kiri) Wakil Bupati Bekasi, H.Eka Supria Admaja (tengah) Wakapolres Metro Bekasi AKBP Lutfie (kanan).

POSKOBERITA.COM, CIKARANG UTARA-Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi helat silaturohim dengan berbagai elemen masyarakat di Aula Hotel Java Palace, jln Niaga Raya, Jababeka, Cikarang Utara, Jum’at (7/9).

Hadir dalam kegiatan, Wakil Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja, Wakapolres Metro Bekasi AKBP Luthfi Sulistiawan, Dandim 0509/Kab.Bekasi, Letkol Arh Henri Yudi Setiawan, Sekda H.Uju,  Anggota DPRD, Ketua KPUD  Idham Kholid, Bawaslu Kabupaten Bekasi, Para Kapolsek, Para Danramil, para Tokoh Agama, para Tokoh Masyarakat, pimpinan LSM dan Ormas se- Kabupaten Bekasi.

Wakil Bupati Bekasi, H.Eka Supria Admaja menyampaikan, dengan adanya acara ini yang mengambil thema “silaturahmi sebagai salah satu sarana untuk menjaga ketertiban masyarakat, menjaga kerukunan serta menjalin kerukunan sesama umat beragama” mengharapkan  semua elemen untuk meningkatkan kewaspadaan khususnya di lingkungan dimanapun tinggalnya dengan menjaga kekompakan dan tidak mudah terpancing dengan issu-issu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya .

“Alhamdulillah kita bisa bertemu dalam ruangan ini dalam rangka silaturahmi forkopimda bersama tokoh agama tokoh masyarakat di bidang Parpol peserta pimpinan ormas dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Kabupaten Bekasi, mari kita jaga kekompakan di antara kita jika ada issu mari kita redam agar issu tersebut tidak meluas,”tuturnya.

Selain itu, kata Eka Supria Admaja, dirinya mengajak untuk mengantisipasi dengan membentengi diri dari pengaruh pengaruh negatif seperti dengan adanya berita-berita bohong atau hoax di media sosial yang sekiranya dapat merusak sendi-sendi kehidupan yang dapat berakibat pada menurunnya rasa persatuan, kesatuan dan bangsa. “kita harus selektif dalam mengunakan menyampaikan pesan melalui media sosial. Jangan melakukan meng up load ujaran kebencian, melakukan berita bohong (hoax) mencegah permusuhan serta kebencian yang tengah marak di media social,” paparnya.

Sementara itu, Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, Letkol Arh Henri Yudi Setiawan menambahkan, bahwa Kabupaten Bekasi berpenduduk majemuk dan komplek, yang artinya cara pikirnya berbeda-beda.

“Seluruh hadirin diacara ini pastinya sangat cinta Bekasi. Bekasi berpenduduk majemuk dan  komplek, begitu pula cara berpikirnya pasti juga berbeda-beda. Dan semua perbedaan itu adalah keindahan yang harus di pelihara,” tutur Dandim.

Walaupun berbeda cara pikir dan pilihan, kata Henri, dia berharap agar masyarakat bisa tetap menjadi satu dan saling menjaga satu dengan yang lainnya.

“Dengan adanya itu semua kita wajib bersyukur agar kita selalu ingat bagaimana awal mula kemerdekaan itu diraih oleh pendahulu kita sehingga kita dengan seluruh perbedaan ini kita tetap selalu bersatu dan saling menjaga,” tambahnya.

“Dengan porsinya masing masing saya harap seluruh pejabat dan wakil dari masyarakat bekasi yang hadir di sini bisa turut andil menjaga persatuan dan kedamaian yang sudah terjalin selama ini,” pesannya.

Waka Polrestro Bekasi, AKBP Luthfie Sulistiawan juga menyampaikan, dengan adanya silaturohmi ini bisa terjalin komunikasi untuk menjaga stabilitas kamtibmas yang kondusif tentunya tidak hanya menjadi keinginan dari aparat penegak hukum, tetapi juga bagi masyarakat itu sendiri, karena dengan terwujudnya kondisi kamtibmas yang stabil sehingga dapat mendukung pembangunan.

“Masih banyak agenda kita ke depan yaitu Pileg dan Pilpres tahun depan. Saya berharap hal ini bisa kita amankan secara bersama-sama agar semua tetap berjalan dengan aman,tertib dan kondusif,”harap AKBP Luthfie, Jumat (7/9).

Dirinya mengatakan, sampai saat ini TNI dan Polri sudah tepat mengambil sikap dalam menjaga kondusifitas di masyarakat dalam netralitas pada saat pemilihan yang beberapa hari lalu digelar, seperti Pilgub hingga Pilkades.

“Pada dasarnya, Polri-TNI netral dan tidak berpihak kemanapun. Apa-apa yang telah terjadi diberbagai wilayah akhir-akhir ini, pada dasarnya Polri mengambil tindakan berdasarkan potensi kerawanan saja akibat dari sebuah kegiatan berlangsung dan bukan oleh sebab lain. Jadi netralitas TNI Polri sudah tidak diragukan lagi,” katanya. (ane)