BPBD Berikan 250 Ribu Liter Air Bersih Untuk Wilayah Kekeringan

0
240
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya melihat kondisi kekeringan yang dialami beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi dan memberikan bantuan air bersih secara langsung di lokasi kekeringan, Kamis (30/8).

POSKOBERITA.COM, CIKARANG PUSAT –Pemerintah Daerah melalui  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, menyalurkan pasokan air bersih di empat kecamatan yang mengalami krisis air bersih, akibat kemarau yang terjadi sejak Juli 2018.

Hal itu diungkapkan Kepala  BPBD Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya  usai memberikan bantuan air bersih secara langsung dilokasi kekeringan Desa Ridogalih, Kamis (30/8).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya memberikan bantuan air bersih secara langsung di lokasi kekeringan Desa Ridogalih, Kamis (30/8).

“Kami selama dua bulan terakhir ini mendistribusikan air bersih sebanyak 250 ribu liter air bersih untuk empat kecamatan terlanda kekeringan,” katanya.

Ada empat kecamatan yang benar-benar membutuhkan pasokan air bersih saat ini, yakni Kecamatan Cibarusah ada 5 Desa yaitu, Desa Sinarjati, Desa Ridogalih, Desa Ridomanah, Desa Cibarusah Kota dan Desa Cibarusah Jaya, kemudian, Kecamatan Bojongmangu ada dua desa yakni, Desa Medalkrisna dan Desa Karang Indah, Kecamatan Serang Baru dengan sebanyak empat desa, Desa Naga Cipta, Desa Sinarjaya, Desa Suka Ragam dan Desa Suka Sari, sedangkan Kecamatan Cikarang Selatan yaitu Desa Serang dan  Desa Sukadami.”Pasokan air bersih yang dikirim itu dari periode 23 Juli 2018 hingga 24 Agustus 2018,” jelasnya.

Menurut dia, kesulitan air bersih tersebut dipastikan berlanjut sehubungan curah hujan di daerah itu belum turun. “Kami minta masyarakat jika kesulitan air bersih maka secepatnya melapor ke aparat kecamatan maupun BPBD,” katanya.

BPBD siap menyalurkan pasokan air bersih ke lokasi-lokasi perkampungan warga yang dilanda krisis air bersih akibat kekeringan. Namun, masyarakat yang akan mengajukan bantuan pasokan air bersih terlebih dahulu melaporkan kepada aparat kecamatan. Sebab, penyaluran air bersih juga menggunakan dana APBD se tempat sehingga perlu pertanggungjawabannya.

Selama ini, pendistribusian pasokan air bersih merupakan upaya jangka pendek agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. “Jadi kita memberikan pasokan air sistemnya lapor kemudian dikirim. Kita akan terus berusaha maksimal agar masyarakat bisa menerima air bersih merata,” tuturnya. (Can/Adv)