Komisariat GMNI Bekasi Peringati Hari Lahir Pancasila

0
49

POSKOBERITA.COM, KOTA BEKASI – Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah, dengan cara Buka Puasa Bersama, pada Jumat (1/6/2018) di Sekretariat Bersama, Jalan Chairil Anwar, No 4, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Mengusung tema “Pancasila Jiwa dan Kepribadian Bangsa”. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara Kader dengan Alumni GMNI Bekasi. Selain itu, mempererat hubungan dengan kelompok Cipayung yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bekasi, PMII Bekasi dan organisasi mahasiswa atau BEM STIE Mulia Pratama.

Sekretaris Panitia Pelaksana, Chindi Yuliana yang sekaligus Ketua Komisariat GMNI STIE Mulia Pratama mengatakan, kegiatan merupakan wujud dari semangat kebersamaan antara Kader GMNI Bekasi yang berada di Komisariat dan mempererat tali silaturahmi antara Kader dan Alumni GMNI Bekasi.

“Melalui berpuasa kita menunjukkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di sinilah kita menghormati dan menjalankan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Mahasa Esa,” kata Chindi.

Dikatakan Chindi, momentum buka puasa bersama di Bulan Ramadan ini yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila ini diharapkan menjadi pengingat tentang makna Pancasila.

“Diharapkan, dengan peringatan Hari Lahir Pancasila ini dapat mempersatukan antarbangsa, sehingga menjadi kesatuan bangsa yang rukun dan tenteram,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi, yang turut menghadiri undangan, mengatakan, GMNI sebagai organisasi mahasiswa kelompok nasionalis harus terus menularkan nilai-nilai luhur Pancasila, serta menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan, di tengah tergerusnya toleransi antarbangsa.

“Menanam rasa cinta tanah air dan berbagi dengan sesama tanpa melihat perbedaan, tidak hanya dalam bentuk materi, berbagi pengalaman atau ilmu yang bisa diterapkan dalam lingkungan sosial,” ucapnya.

Ditambahkan Lutfhi, sapaan akrabnya, Pancasila merupakan hasil dari berfikir secara kefilsafatan, yang berasal dari hasil pemikiran yang mendalam dari para pendiri Negara Indonesia, yang kemudian disyahkan sebagai dasar filsafat Negara pada tanggal 18 Agustus 1945.

“Hal itu tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang wajib dipelajari dan dipahami tentang hal yang terkandung dalam ajaran Pancasila itu,” katanya.

“Sebagai warga negara yang baik, seharusnya dapat setia pada nusa dan bangsa serta mempelajari dan menghayati pandangan hidup bangsa yang selanjutnya diamalkan sebagai ideologi negara,” tandasnya. (*)