GDM Minta Pemda Bangun Jembatan Penyeberangan di Jalur Berbahaya

0
104

POSKOBERITA.COM, CIKARANG UTARA – Pemerintah Kabupaten Bekasi diminta membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) untuk melindungi masyarakat yang kesulitan menyeberang di ruas jalan yang ramai. Salah satunya di pertigaan Pilar Cikarang Utara dimana banyak karyawan pabrik yang pulang pergi kerja menggunakan kendaraan umum dan mobil jemputan.

Ketua Garda Daeng Muhammad (GDM), Burhani mengatakan Pemkab Bekasi harus lebih peka dalam membuat perencanaan pembangunan fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat.

“Pemkab Bekasi perlu membangun banyak JPO (Jembatan Penyeberangan Orang). Seperti di pertigaan Pilar, banyak warga yang kesulitan menyeberang jalan. Lalu-lintas di sana kan jalur cepat dari kedua arah. Jadi sangat berbahaya untuk penyeberang jalan,” kata Burhani, Kamis (26/04/2018).

Pertigaan Pilar Cikarang Utara, tutur Burhani, merupakan titik berkumpulnya ribuan buruh yang pulang pergi kerja dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bekasi bagian utara.

“Pemerintah daerah harus bisa melindungi keselamatan warganya dengan membuatkan fasilitas yang layak untuk mereka seperti pembangunan jembatan penyeberangan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini yang diketahui hanya ada satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yakni di depan Pasar Baru Cikarang. Itu pun banyak disorot karena sudah keropos dan tidak terawat. Burhani meminta sebagai kota kawasan industri, di Kabupaten Bekasi perlu dibangun banyak JPO untuk keselamatan para penyeberang jalan.

Seorang warga Sukatani, Sumiyati (36) yang bekerja sebagai karyawati di sebuah kawasan Industri mengaku kesulitan setiap kali akan menyeberang jalan di pertigaan Pilar.

“Perlu sih mas dibangun jembatan penyeberangan, soalnya di sini kendaraannya kenceng-kenceng, ngeri kalo kita nyeberang jalan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan, Indra (28) warga Karangbahagia yang juga seorang karyawan.

“Ya bagusnya di sini emang perlu dibikin jembatan penyeberangan. Kasian itu kalo ada ibu-ibu mau nyebrang, sampe harus nunggu lalu-lintas sepi dulu, biar kita nyaman dah, ini kan jalur cepat, jalur bahaya, jangan sampe nunggu ada korban dulu baru dibangun,” ujar Indra. (Red)

Foto;ilustrasi