Bupati; Pengantin Adat Bekasi Harus Go International

0
88

POSKOBERITA.COM, CIKARANG TIMUR – Dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif serta menumbuhkan kecintaan terhadap ragam budaya pengantin adat di Kabupaten Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pariwisata menggelar Bridal Fashion Festival 2018.

Acara yang dilaksanakan mulai tanggal 6 s.d 8 April 2018 bertempat di Graha Pariwisata Komplek Stadion Wibawa Mukti Cikarang Timur ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin didampingi Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Sunandar dan Unsur pejabat Pemkab Bekasi lainnya.

Helatan Bridal Festival Fasion tahun 2018 yang di selenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi mendapat apresiasi dari Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin. Dia menyampaikan rasa kagumnya dikarenakan event yang pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Bekasi ini mendapatkan atensi yang cukup besar dari masyarakat dan dikemas secara baik oleh penyelenggara.

Neneng juga menambahkan bahwa Pengantin Adat khususnya yang berasal dari Kabupaten Bekasi ternyata sangat memukau dan memiliki ciri khas tersendiri dari pengantin adat daerah lainnya.

“Hari ini ada juga penjelasan langsung mengenai budaya pengantin asli Kabupaten Bekasi, sepintas kita berfikir bahwa Bekasi adalah Betawi (sama dengan Jakarta) di saat pengantin memakai tirai dan lain sebagainya tetapi ternyata berbeda,” ungkapnya pada saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Neneng berharap Pengantin Adat Kabupaten Bekasi ini harus terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada publik luas sehingga nantinya akan semakin dikenal dan bahkan Go International.

Selain itu dari sisi ekonomi kreatif yang di dapat kata Neneng, semua tahu di zaman now ini banyak anak anak sadar mengenai Wedding Organizer (WO). Adanya kegiatan tersebut bisa menjadi pembelajaran khususnya dari perekonomianya anak muda itu menyukai WO.

“Sebetulnya dari Pemerintah Kabupaten Bekasi punya beberapa program selain Bridal Fashion. Tentu kita ingin para entepreneur muda Kabupaten Bekasi bisa lebih maju,” terang dia

Menurutnya, zaman boleh berkembang, namun budaya tetap (tidak boleh diubah). Tahun lalu Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah menganggarkan pembuatan batik, support itu bukan hanya satu atau dua tetapi banyak sekali.

“Jadi sekarang Kabupaten Bekasi sudah punya pembatik asli asal Kabupaten Bekasi, jadi inilah yang mau dinaikan keberadaanya. Ke depan sudah masif untuk menggarap produksinya  agar anak anak atau siapa pun tidak lagi menggunakan batik luar seperti Cirebon, Pekalongan, Jogya dan lainnya,” harapnya.

Source ; (Humas_Kab_Bekasi)