Budiyanto Selalu Berusaha Memberikan yang Terbaik untuk Mahasiswa Indonesia

0
280

POSKOBERITA.COM, CIKARANG – “Sampaikanlah walaupun satu ayat”. Itulah philosopis langkah-langkah kecil yang dilakukan Budiyanto selama ini. Mantan Ketua Umum BEM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB periode 2000-2001 keliling ke beberapa kampus di Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur.

Budiyanto selalu aktif menghadiri undangan para mahasiswa untuk menjadi Narasumber Seminar Kewirausahaan Mahasiswa dengan mengusung jargon “Menjadi Pengusaha sebelum Sarjana”.

Di balik segala kesibukan aktivitasnya sebagai pengusaha dan politisi lokal, Budiyanto meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu organisasi khususnya di bidang kewirausahaan yang selama ini dia geluti.

Beberapa kali tampil mengisi seminar Kewirausahaan di Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Negeri Jakarta, Sekolah Tinggi Pelita Bangsa Cikarang Bekasi, STIE Syariah Purwakarta, Universitas Kanjuruhan Malang Jawa Timur dan Universitas Achmad Dahlan Jogjakarta.

Terbaru, Budiyanto mengisi sebagai narasumber dalam HMMI Festival di Kampus Universitas Djuanda Bogor, 19 Februari 2018, Jum’at 9 Maret 2018 menghadiri undangan di Kampus Universitas Singaperbangsa Karawang, dilanjutkan Selasa 20 Maret 2018 di Kampus Universitas Pamulang Tangerang Selatan Banten.

Kedua acara tersebut diselenggarakan atas peran serta para pengurus Himpunan Mahasiswa Managemen yang berharap mendapatkan banyak informasi tentang strategi membangun usaha dengan langkah-langkah taktis dan praktis. Dimulai dari langkah Nol Kilometer, dengan bermodalkan ilmu dan pengetahuan sebagai masyarakat intelektual, kerja keras dan kerja cerdas yakin bahwa jika serius mahasiswa bisa lebih awal menjadi pengusaha sekalipun belum bergelar sarjana.

Dua hari kemudian, Kamis 22 Maret 2018 langsung terbang menghadiri undangan mahasiwa Kampus Universitas Nusantara PGRI Kediri Jawa Timur dan Sabtu 24 Maret 2018 di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang Kota Malang Jawa Timur.

Adapun materi yang disampaikan hampir sama yaitu memberikan informasi dan memotivasi mahasiswa Indonesia agar lebih mandiri sejak menjadi mahasiswa dan diharap telah melakukan kegiatan usaha semasa kuliah dan mendirikan perusahaan sebelum menjadi sarjana.

Motivasi ini dilakukan agar mahasiswa Indonesia mempersiapkan diri secara maksimal sehingga ketika lulus bukan menjadi bagian dari ‘trouble maker’, tapi benar-benar menjadi bagian dari ‘problem solver’.

Selain memberikan motivasi, Sekjen Asosiasi Pengusaha Limbah Industri Indonesia ini juga memberikan gambaran dan contoh-contoh pengusaha Indonesia yang berhasil sukses karena melanjutkan usaha orangtuanya dan juga pengusaha sukses yang berjibaku dari segala keterbatasan dari nol sampai menjadi pengusaha besar dan berdampak besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia.

Dari “zero to hero” merupakan inspirasi prinsip bagi para mahasiswa yang berlatar belakang minim sehingga harus berani memulai dari nol dalam kondisi apapun.

Budiyanto juga memberikan tips bisnis dengan arahan segera mungkin memulai kegiatan usaha apapun walaupun kecil dan sesegera mungkin juga mempersiapkan badan usaha perusahaan sebagai bentuk memperkuat visi sedari dini.

Karena Budiyanto meyakinkan, sebagai mahasiswa sudah cakap secara hukum untuk membuat badan usaha, baik itu CV maupun PT.

Mengapa diarahkan segera membuat Badan Hukum ? Sebagai mahasiswa yang punya Visi Usaha Besar ke depan harus menciptakan instrumen yang sistemik dan berjangka panjang, seperti halnya sebagai mahasiswa, raih gelar sarjana dulu (ijazah) baru bekerja, atau bekerja sambil meraih gelar sarjana.

Semangat yang ditularkan Budiyanto, betul-betul semangat untuk sesegera mungkin memandirikan mahasiswa sebagai generasi emas yang mandiri sejak mahasiswa dan menjadi sarjana yang problem solver bagi dirinya dan menjadi solusi maker bagi bangsa dan negera.

Pesan yang selalu disampaikan setiap kali mengakhiri presentasi dalam memotivasi semua audiensnya, mantan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2009-2014 Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini selalu menekankan kepada tiga hal.

Pertama, “sesungguhnya kewajiban kita jauh lebih banyak dari waktu yang tersedia”, maka walaupun sesibuk apapun teruslah bekerja keras karena hanya orang-orang sibuklah yang bisa menyelesaikan banyak permasalahan.

Kedua, “bantulah yang di bumi, maka yang di Langit akan membantumu, tolonglah yang di bumi, maka yang di langit akan menolongmu”, jadi jangan sungkan berbagi ilmu ataupun berbagi rejeki, karena Allah SWT akan membalas apa yang kita lakukan.

Ketiga, “selalu berusaha mencari dan memberikan yang terbaik” kepada siapapun dan dimanapun kita berada, sehingga kita harus melakukan apapun yang terbaik selama kita bisa lakukan. Sehingga dengan tiga pesan tersebut, diharapkan strategi membangun bisnis yang akan kita rintis bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat kepada siapapun yang terlibat didalamnya. (Tim Media Langit)