Upaya Rumah Infaq  Membangun Masjid di Pedalaman Kalimantan Barat

0
99

POSKOBERITA.COM – Pagi masih terasa dingin, selepas salat subuh tim Rumah Infaq (RI) ditemani LazisMU Kalimantan Barat, sudah bergegas menuju Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Hujan rintik-rintik sepanjang jalan membuat perjalan makin berkesan.

Jarak 169 KM melalui jalan Trans Kalimantan adalah yang harus ditempuh. Meski jauh dan agak membosankan namun menjadi penanda bahwa perjalanan kali ini adalah yang ditunggu-tunggu masyarakat komunitas mualaf yang akan dituju.

Sepanjang jalan disuguhi hutan-hutan yang sudah dibabat dan sudah berganti perkebunan kelapa sawit. Tampak bekas pembakaran hutan di kanan dan kiri jalan. Beruntungnya jalan Trans Kalimantan yang dilalui beraspal mulus. Sehingga perjalanan nyaris tidak menemui kendala dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam.

Tim Rumah Infaq menyempatkan berhenti disebuah masjid yang dibangun untuk komunitas mualaf pedalaman di Kabupaten Kubu Raya. Dan itu satu-satunya masjid yang ditemui, selain itu adalah rumah ibadah non muslim. Tim juga berhenti dipertigaan Kayan Hulu untuk sarapan sebelum sampai dilokasi. Dengan menu khas daerah setempat tim beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi.

Menurut Direktur Rumah Infaq, Ust. Syukur Sudan Hulu adalah kali ketiga tim RI bersama LazisMu Kalbar mendatangi tempat tersebut untuk memastikan kesiapan para mualaf setempat membangun masjid yang mereka idamkan bertahun-tahun. Ada sekitar 32 KK di Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, yang mendambakan sarana ibadah atau masjid.

“Mudah-mudahan kali ini tidak ada masalah dan mendapat izin dari pemangku adat setempat. Hari ini keputusan jadi atau tidaknya masjid itu dibangun. Kalau sepakat maka minggu depan tim tukang atau teknis langsung melaksabakan pondasi masjid,” ujarnya disela-sela perjalanan.

Dikatakannya masjid yang akan dibangun Rumah Infaq ini, difasilitasi oleh Tim Lazimu Kalbar serta pengurus DPD Muhammadiyah  Kabupaten Landak. Mereka yang berkomunikasi dengan komunitas mualaf Suku Dayak setempat yang memang merindukan fasilitas ibadah.

“Hari ini adalah pertemuan terakhir, Karena semua rekomendasi mulai dari wrega setempat, desa hingga ke kecamatan sudah dikantongi tinggal komunikasi saja sehingga pembangunan masjid tidak ada halangan,” jelasnya.

Setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam, tim akhirnya sampai dilokasi yang akan dibangun masjid. Tuan rumah serta sejumlah komunitas mualaf sudah menunggu, hadir pemangku adat setempat pengurus desa yang diwakili oleh kadus serta BPD Desa Tebedak serta Bhabin Kamtibmas hadir dalam musyawarah tersebut.

“Kita sebagai pemangku adat disini merestui pembanguan surau atau sarana ibadah, karena para mualaf ini adalah saudara-suadara kami, mereka bersaudara ada keponakan, adek abang yang secara adat masih keluarga kami,” ujar Suhirmat, Ketua Adat Dayak setempat.

Ia mengaku secara adat harus diberikan kesamaan dan hak dalam beribadah, hal itu lantaran jauhnya sarana ibadah terdekat yang harus ditempuh berkendaraan kurang lebih 5 KM selain itu hubungan kekerabatan juga yang harus tetap terbina dengan baik.

“Tinggal keseriusannya saja, kita mendukung ko, toh ini buat saudara kita sendiri, yang penting bisa saling merekatkan,”ungkapnya.

Setelah sekitar satu jam lebih bermusyawarah dicapai kesepakatan, mereka kemudian berfoto bersama dan menandatangani hasil musyarah untuk berlangsungnya pembangunan masjid yang akan diberi  nama Al Mujahadah tersebut.

“Ini capaian luar biasa. Kalau sudah seperti ini, semua aman dan damai dan pembangunan masjid sudah bisa dimulai,”ujar Ust. Rizki salah satu dai setempat sekaligus pengurus DPD Muhammadiyah Kabupaten Landak.

Dikatakannya Rumah Infaq adalah lembaga atau pihak yang ke empat yang akan membangun masjid di wilyah tersebut. Sebelumnya tiga kali  di wilayah tersebut akan dibangun sarana ibadah namun hingga saat ini belum terlaksana lantaran terkendala berbagai hal salah satunya adalah biaya.

“Rencana mau dibangun itu sejak Tahun 1998 atau sepuluh tahun yang lalu, namun baru akan terlaksana tahun ini. Dan Rumah Infaq ini adalah lembaga ke empat yang akan membangun disini, mudah-mudahan terlaksana sesuai dengan hasil kesepakatan musyawarah dan tidak ada halangan apa-apa,” jelasnya. (Tata Jaelani)