Bangunan Liar di Jatimulya Siap Dikosongkan

0
244

POSKOBERITA.COM, CIKARANG – Proyek pembuatan Light Rail Transit (LRT) yang melintasi sebagian wilayah di Kabupaten Bekasi telah sampai tahap pengadaan lahan. Apalagi, pendataan di RT001 dan RT007 RW007, RW006 dan RW008 yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi, yang diterima warga, rela untuk dilakukan pengosongan lahan.

Kepala Bidang (Kabid) Satpol PP Kabupaten Bekasi, Deni mengatakan, hasil rapat dengan forum warga, lintas RW, warga yang berada tinggal di bantaran kalimalang, RT001 dan RT007 RW007, RW006 dan RW008, sudah siap untuk melakukan pengosongan lahan. Apalagi, rapat terakhir telah dilakukan di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

“Bangunan warga yang berada di bantaran kalimalang itu bangunan liar, yang berada di tanah negara. Sehingga, forum warga juga sudah setuju untuk dilakukan pengosongan lahan,” kata Deni beberapa waktu lalu.

Pihaknya menargetkan, Januari 2018 sudah menyelesaikan semua tahapan karena merujuk pada road map dari Kementerian Perhubungan, Maret 2018 proyek Depo LRT mulai dikerjakan dan konstruksi diharapkan selesai Desember 2018.

“Kita pendekatan secara humanis. Antara warga dan PT Adhi Karya beberapa waktu lalu ada kesepakatan. Seperti apakah itu uang kerohiman? Itu antara mereka. Kita tidak mau campur tangan,” ucapnya.

Deni meminta masyarakat menyatukan pemahaman bahwa di Jatimulya (lokasi Depo LRT) adalah tanah negara, sama seperti status tanah negara yang dibangun bangli di atasnya di tempat lain.

“Menurut kami, peningkatan status ketika itu di atas tanah negara bebas, bukan ketika aset ada hak pengelolaan milik satu instansi pemerintah. Kita sampai sekarang punya pemahaman, status tanah negara di Jatimulya dengan titik lainnya adalah sama. Kebetulan di atas lokasi itu ada proyek strategis nasional depo LRT. Kita harus men-support utuh,” tuturnya

Sementara itu, Kepala  telah  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jumardi, menjelaskan bahwa pembuatan proyek kereta api ringan tersebut difokuskan pengadaan lahan.

“Bicara tentang pencepatan pembangunan LRT Jabodebek, salah satunya nanti fokus pada pengadaan lahan untuk Depo LRT yang ada di Kabupaten Bekasi, khususnya yang ada di Kelurahan Jatimulya,’’ kata Jumardi kepada media saat konferensi pers di Grand Wisata.

Terkait pengadaan lahan LRT, kata Jumardi, pihak terkait membutuhkan lahan sebanyak 11 hektare. “Di antaranya, ada enam hektare lahan negara yang sudah diserahkan ke Adhikarya untuk menjadi BMN (Barang Milik Negara). Kemudian lima hektare lagi akan diadakan dari masyarakat,”jelasnya.

Dia menargetkan, kontruksi LRT akan selesai pada jangka waktu lima bulan ke depan. “Itu memang prosesnya agak panjang. Kira-kira tiga sampai lima bulan. Bahkan, kalau jumlahnya banyak bisa menjadi enam bulan,” terang Jumardi. (red/gan)