Diskominfo Kabupaten Bekasi Harus Dapat PAD dari Jaringan Fiber Optik

0
256

BEKASI, POSKOBERITA.COM – Dibangunnya jaringan fiber optik oleh Dinas Komunikasi, Informastika, Persandian dan Statistik di semua kecamatan di Kabupaten Bekasi diharapkan dapat menjadi sektor andalan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wakil Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menyatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengeluarakan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan jaringan Fiber Optik (FO) tersebut.

“Fiber optik ini kan sudah ada di 23 kecamatan dan sebetulnya ini bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan PAD seperti dengan menyewakan ke pihak swasta, ke provider, ke industri dan lainnya sebagainya,” kata Eka saat ditemui usai menghadiri peresmian gedung Data Center, Jum’at (09/03) pagi.

Untuk itu, kata dia, kedepan Dinas Komunikasi, Informastika, Persandian dan Statistik diharapkan mampu menyusun startegi untuk memaksimalkan potensi yang sudah ada agar bisa meningkatkan  PAD Kabupaten Bekasi.

“Tentu saja gedung baru semangatnya juga harus baru. Kinerjanya harus ditingkatkan dan potensi yang ada harus dipergunakan dengan sebaiknya-baiknya sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Bekasi,” kata dia.

Seperti dikutip sindonews.com, Fiber optik milik Pemerintah Kabupaten Bekasi saat ini menjadi percontohan nasional,  karena Kabupaten Bekasi adalah salah satu wilayah di Indonesia yang mempunyai infrastruktur FO secara mandiri dan pertama di Jawa Barat.

Jaringan FO ini adalah jaringan kabel fiber optik yang disebut dengan serat optik merupakan salah satu perangkat keras internet sejenis kabel berbahan dasar dari serat kaca yang  mempunyai kecepatan transfer data yang sangat tinggi.

Selain untuk kepentingan pemerintah, keberadaan FO dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bekasi. Karena jaringan fiber optik bisa disewakan kepada pihak swasta.

Panjang kabel infrastruktur FO yang sudah dibangun di Kabupaten Bekasi mencapai 560 kilometer yang dibangun sejak 2015 lalu dengan anggaran yang sudah dihabiskan mencapai Rp90 miliar.  (red)