Lampu PJU di Jalanan Kabupaten Bekasi Tak Seterang Anggarannya. Kok Bisa?

0
244

POSKOBERITA.COM, CIKARANG  – Masalah penerangan lampu jalan seolah menjadi persoalan klasik yang tak kunjung diselesaikan oleh pemerintah Kabupaten Bekasi. Hal ini bisa dilihat dari masih banyaknya lampu jalan yang mati.

Padahal Pemkab Bekasi menganggarkan biaya untuk pemeliharaan dan perawatan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) serta pembayaran rekening PJU jumlahnya miliaran rupiah setiap tahunnya. Tapi anehnya, dana yang cukup besar itu terkesan tidak optimal.

“Wajar jika kita mempertanyakan anggaran untuk lampu jalan itu, karena anggarannya cukup besar tetapi masih banyak yang mati, ini jelas membahayakan para pengguna jalan,” kata Direktur Eksekutif Insan Bekasi Madani (IBM), Aboy Maulana, Senin (29/01).

Sebagai contoh, kata dia, lampu PJU yang mati itu berada di sepanjang Jl. Raya Inspeksi Kalimalang dari jembatan Tegal Gede-Tegal Danas-Pasir Tanjung serta dari  pertigaan Pasir Tanjung-Labansari juga hanya beberapa gelintir saja yang menyala.

“Masyarakat tahu kalau Pajak Penerangan Jalan di Kabupaten Bekasi itu cukup besar sehingga harusnya diimbangi juga dong dengan kondisi lampu jalan yang baik. Makanya kita patut mempertanyakan realisasi anggaran lampu jalan itu kemana? Kalau proyek sudah berjalan mana laporannya dan kenapa masih banyak yang tidak berfungsi?,” kata dia.

Lampu PJU, sambungnya, sangat penting guna mengurangi kasus tindakan kejahatan di jalan serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, instansi terkait dalam hal ini Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bekasi harus tanggung jawab masalah lampu PJU karena warga telah diwajibkan membayar pajak.

“Dinas terkait harus peka dan harus wajib selalu rutin mengecek tiap lampu jalan yang mati. Kalaupun ada lampu yang rusak harus segera diperbaiki mengingat lampu jalan sangat penting bagi masyarakat,” tegas Aboy.