Jangan Lewat Gedung Juang, Besok Ada Diskusi Sejarah, Silahkan Mampir!

0
333

POSKOBERITA.COM – Sebuah diskusi sejarah yang mengangkat tema “Candi Jiwa, Tarumanagara dan Bekasi” akan segera digelar di Gedung Juang Tambun Selatan, pada Jumat, 26 Januari 2018 mulai pukul 19.30 WIB.

Banyak kalangan menilai diskusi yang diselenggarakan oleh Komunitas Historika Bekasi (KHB) ini akan menarik untuk disaksikan, mengingat tema yang diangkat dan para pembicara yang akan tampil adalah mereka yang benar-benar faham sejarah, seperti Endra Kusnawan (Penulis Buku Sejarah Bekasi Sejak Peradaban Buni Ampe Wayah Gini), dari KHB, Asep R Sundapura (Penulis Membongkar Sejarah Karawang), Okki Jusuf Judanegara (Penulis The King’s Code, Pesan Raja Agung Purnawarman), Cepi Kusumah, Ph.D (Budayawan Bekasi) dan Daeng Muhammad (Budayawan yang juga anggota DPR RI).

Salah seorang pegiat KHB, Ari Sukanti, yang juga panitia acara mengatakan, gagasan awal digelarnya diskusi ini bermula ketika Komunitas Historika Bekasi mempunyai agenda untuk mengadakan tour sejarah ke Candi Jiwa Batujaya Karawang pada 4 Februari 2018 mendatang, yang juga terbuka untuk umum.

“Sebelum kita ke Candi Jiwa, kenapa tidak kita gelar dulu diskusi yang ada kaitannya dengan Candi Jiwa, supaya nanti ketika kita mengadakan acara jelajah di Kompleks Candi Jiwa, para peserta yang ikut sudah ada bayangan tentang sejarah Candi Jiwa,” kata Ari kepada inibekasi.com, Rabu, (24/01/2018).

Sementara itu panitia lain dari KHB, Muhsin Ali Mabrur mengatakan, untuk diskusi di Gedung Juang, panitia tidak membatasi peserta yang ingin datang mengikuti acara tersebut.

“Diskusi ini tidak hanya untuk para penggiat sejarah, jadi silahkan saja masyarakat umum pun boleh datang dan bergabung bersama kami. Dan sejauh ini banyak kalangan yang konfirmasi ingin hadir, baik dari komunitas maupun masyarakat umum,” kata Muhsin.

Muhsin dan Ari berharap, diskusi yang akan digelar di Gedung Juang ini bisa menambah wawasan tentang sejarah Bekasi, Tarumanagara dan Candi Jiwa, sehingga mereka semakin bangga terhadap tanah kelahirannya dan mencintai kearifan lokal yang ada di daerahnya.