Maraknya Pembebasan Tanah di Cikarang Timur Resahkan Masyarakat

0
603

POSKOBERITA.COM – Maraknya pembebasan tanah di wilayah Cikarang Timur Kabupaten Bekasi membuat resah masyarakat di daerah setempat. Pasalnya hingga hari ini warga belum tahu untuk kepentingan apa pembebasan tanah tersebut.

Ketua LSM SEKOCI (Serdadu Komunitas Cibe’et), Dayat Riyana mengatakan, sebelum maraknya pembebasan lahan seharusnya Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan sosialisasi dan menjelaskan kepada masyarakat proyek apa yang akan dibangun di daerah tersebut.

“Kewajiban pemerintah daerah itu semestinya bisa menjelaskan kepada masyarakat, lokasi lahan yang dibebaskan itu untuk pembangunan apa? Karena sampai hari inipun masyarakat masih gelap akan informasi mengenai lokasi lahan yang dibebaskan,” kata Dayat, Selasa (09/01/2018).

Menurut Dayat, dengan adanya pembebasan lahan saat ini harusnya tidak membuat warga resah. Selain itu, aspek tata ruang wilayah harus sesuai dulu kalau pengembang mau melakukan aktifitas kegiatan di wilayah tersebut.

“Tata ruang wilayah Cikarang Timur saat ini masih zona agro industri. Artinya kegiatan yang dibolehkan di wilayah tersebut harus sesuai dengan peruntukannya,” ucap dia.

Dayat juga menolak alasan munculnya industri di wilayah Cikarang Timur akan membuka kesempatan kerja bagi penduduk lokal.

“Keberadaan industri justru yang akan ditolak oleh masyarakat, karena masyarakat sudah melihat contoh konkrit bahwa keberadaan pabrik tidak bisa menjamin masyarakat sekitar bisa bekerja,” ujarnya.

Tertariknya masyarakat untuk menjual tanah di wilayah Cikarang Timur disebabkan harga jual tanah yang naik drastis hingga 200 persen.

“Dari harga tanah yg awalnya cuma Rp100ribu/meter naik jadi Rp300 rb/meter. Bahkan di Blok 12 harga tanah yang awalnya cuma Rp200rb sekarang melambung hingga di atas Rp500ribu/meter,” kata Dayat. (red)