Budiyanto, Tokoh Muda Inspiratif dengan Sederet Prestasi

0
226
#

“Sesungguhnya kewajiban kita jauh lebih banyak dari waktu yang tersedia.” Itulah salah satu kalimat yang dilontarkan Ulama Besar Mesir Syeikh Syahid Hasan Al Banna yang selalu menjadi inspirasi setiap langkah yang dilakukan Budiyanto.

Sejak sekolah SD, SMP, SMA dan sampai Perguruan Tinggi, Budiyanto selalu produktif khususnya dalam memanfaatkan waktu waktu luangnya. Libur kadang kala tidak ada bedanya dengan hari hari aktif biasa lainnya, selalu ada aktivitas yang dilakukannya dalam rangka melakukan kegiatan politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Saat menjadi Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Budiyanto membangun jaringan dilevel nasional.

Dengan berbekal modal keaktivisannya dan jaringan institusi IPB yang telah memiliki nama besar dalam tataran dunia kampus dan birokrasi di institusi Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Budiyanto terus berkarya dan mengembangkan sayap organisasi melalui jaringan Alumni IPB.

Namun awal tahun 2004 nalurinya terpanggil untuk pulang kampung ke Cikarang dan meninggalkan sementara semua potensi yang sangat besar di Jakarta dengan membawa philosophy “lebih baik menjadi kepala ayam, daripada menjadi ekor buaya.”

Dimulai melakukan kegiatan usaha di bidang komputer dengan Toga Ciputra yang bekerjasama dengan SMAN 1 Cikarang Pusat, usaha Budiyanto terus berjalan disela-sela kegiatan lainnya sebagai aktivis pergerakan anti korupsi di Kabupaten Bekasi melalui LSM Kompi 23 dengan rekan sejawatnya Gunawan Direktur LSM Sniper sekarang dan Zuli Zulkipli Ketua Forum BPD Kabupaten Bekasi.

Tepatnya di Pemilu Legislatif 2009 Budiyanto dicalonkan sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dengan nomor urut 8 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dapil 1 yang meliputi Cikarang Pusat, Cikarang Selatan, Serangbaru, Bojongmangu, Cibarusah dan Setu, dan berhasil meraih suara terbanyak dengan perolehan suara 5.686 yang menghantarkannya menjadi salah satu anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang kritis.

Selain menjadi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto juga selalu aktif dalam kegiatan kegiatan sosial seperti memfasilitasi seratusan pembangunan masjid di Bekasi, Karawang, Subang, Sukabumi, Purwakarta, Bogor dan Bandung, dimana sumber dananya berasal dari bantuan donatur-donatur Timur Tengah diantaranya Arab Saudi, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab dengan bimbingan KH. Ahmad Najiyulloh, Lc, yang selalu menyambungkan dengan para donatur.

Dan tidak lupa, Budiyanto terus melanjutkan aktivitas usahanya dengan pengembangan berbagai jenis usaha yang produktif, salah satunya adalah kegiatan Usaha Limbah Industri dengan kemitraan yang dilakukan dengan Hartono Muhammad Fadly dan Haji Muhammad Kunang.

Dengan kebersamaan usaha limbah itulah, akhirnya Budiyanto berkonsultasi dan menginisiasi bersama Hartono dan Haji Kunang membentuk Asosiasi Pengusaha Limbah Industri Indonesia yang disingkat Aspelindo dan Budiyanto didapuk menjadi Jubir dan Sekjennya.

Selain fokus pengembangan usaha limbah, mantan Ketua Umum Yayasan Sekolah Rakyat Jawa Barat ini juga sering memberikan arahan, dorongan dan support keilmuan organisasi dan usaha kepada para pemuda di sekitar kawasan Industri Deltamas dan Delta Silikon, agar mandiri dan menjadi pengusaha dengan membantu pembiayaan pembentukan 34 Perusahaan Comanditer (CV) dan 18 Perusahan Perseroan Terbatas (PT). Semua pembiayaan pembuatan perusahaan sepenuhnya disupport Aspelindo.

Ujian berat yang dihadapi Budiyanto sebagai Sekjen saat Aspelindo dibentuk adalah adanya gejolak hebat didunia industri, dimana pergerakan kaum buruh lagi semangat semangatnya _euforia_ atas dicabutnya kebijakan pemerintah tentang tenaga kerja _outsourching_ sehingga para buruh banyak bertindak diluar kendali organisasinya.

Demo perusahaan tanpa mengenal waktu,  buruh bertindak seolah menjadi pemilik perusahaan, oknum oknum serikat menjadi seperti pemegang saham sehingga melakukan tindakan tindakan yang banyak merugikan perusahaan, menutup akses jalan ke pabrik yang dianggap melanggar hukum, menutup akses perempatan jalan Lippo Cikarang dan pernah menutup Tol Jakarta Cikampek yang sangat merugikan masyarakat, dalam kondisi itulah akhirnya pengusaha limbah melakukan tindakan meluruskan pergerakan buruh yang menurut berbagai kalangan sudah mulai disorientasi.

Sejak ‘pertempuran berdarah’ itulah akhirnya semua pihak menahan diri dan sampai sekarang kondisi industri di Kabupaten Bekasi aman dan saling menjaga.

Atas usaha dan taqdirnya, Pemilik SDIT El Mumtaz Cendikia ini, telah memiliki beberapa bidang usaha dibawah bendera PT. Putra Cikarang Bersama, PT. Mitra Karunia Sehati, PT. Barisan Taruna Cikarang Grup, PT. Akomodasi Asing Indonesia, PT. Putra Cikarang Mandiri, PT. Garda Indonesia Perkasa, CV. Mitra Toga Madania, yang bergerak dibidang Limbah Industri, Jasa Industri Automotive, Jasa Pertamanan dan Cleaning Service, Jasa Managemen Bisnis & Sumber Daya Manusia, Jasa Pengamanan Security dan telah memiliki lebih dari 700 karyawan sehingga membentuk PT. Budiyanto Semesta Grup sebagai Holding Company-nya.

Atas segala jerih payahnya yang sangat minimal ini, akhirnya Yayasan Penghargaan Indonesia tanpa sepengetahuan dan tanpa perkiraan yang bersangkutan, memberikan anugerah Parliament Award 2014 dimana Budiyanto dianggap sebagai salah satu anggota dewan terbaik tingkat DPRD Kabupaten di Indonesia, selain itu tepatnya di Fave Hotel Jalan Tohpati Sanur Bali, 14 Oktober 2017, Budiyanto dianugerahi kembali sebagai Tokoh Peduli Sosial Indonesia 2016-2017 oleh Yayasan yang sama.

Semoga ini menjadi inspirasi bagi orang orang yang selalu berusaha mendedikasikan waktu dan pikirannya yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya.

Sampai saat ini, Ketua Kelompok Peraih Juara I Nasional Lomba Riset Kelautan yang diselenggarakan IPB dan BPPT tahun 2012, terus aktif  bermasyarakat di lingkungannya dengan menjadi Penasehat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Kabupaten Bekasi, menjadi Dewan Pembina Paguyuban Seni Sunda Tradisional Hariring Jagasatru.

Ia juga menjadi Dewan Pembina Viking Bekasi komunitas pendukung fanatik kesebelasan Persib Bandung, menjadi Dewan Pembina Pengusaha dan Pedagang Ruko Deltamas juga menjadi Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Islamic Center Kota Deltamas serta menjadi Ketua Dewan Pembina Forum Komunikasi RT Kabupaten Bekasi.

Pemuda Pelopor Kabupaten Bekasi 2006 ini, di lingkungan komunitas pendidikannya menjadi Ketua Ikatan Alumni SMAN 5 Karawang dan juga menjadi Ketua Umum Himpunan Alumni IPB Cabang Kabupaten Bekasi. (Red)

 

#