Djaelani : Oposisi Di Luar DPRD Masih Bisa Dimungkinkan

0
1116

POSKOBERITA.COM, CIBARUSAH – Pemerhati politik Bekasi, Ahmad Djaelani menilai adanya kekuatan oposisi di luar parlemen (DPRD-red) di Kabupaten Bekasi, harus diapresiasi karena masih bisa dimungkinkan untuk melakukan pengawasan  terhadap jalannya pemerintahan. Seperti yang dilakukan Relawan Obon Tabroni-Bambang Sumaryono (Obama) yang sudah mengumumkan mengambil sikap sebagai oposisi pasca Pilkada Kabupaten Bekasi.

Menurut Djaelani, selama ini konsep oposisi dalam sistem politik kita melekat pada partai politik yang kalah dalam pemilu, kemudian menjadi partai penentang dan pengkritik kebijakan pemerintah di parlemen.

“Tapi sebenarnya, konsep oposisi tidak hanya bisa dilakukan di parlemen saja, di luar parlemen juga bisa. Sebab, dalam sistem politik kita, memungkinkan untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Salurannya sudah ada, yakni melalui lembaga non pemerintah yang kemudian bisa dijadikan sebagai kelompok oposan.” kata Djaelani, Kamis, (23/02).

Sebagai pembelajaran politik, kata Djaelani, calon yang memilih oposisi di luar parlemen harus diapresiasi, namun dengan catatan tentangan yang dilakukan harus pada substansi kebijakan yang merugikan masyarakat.

Djaelani melihat selama ini kelompok partai oposisi di parlemen cenderung kompromistis sehingga dinilai kurang efektif untuk melakukan perlawaan terhadap kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

“Meski sama-sama menjadi kelompok oposan, tentunya oposisi di luar pemerintah dengan di parlemen berbeda. Sebab di parlemen, partai politik penentang bisa langsung menjadi subjek pengambil keputusan terhadap kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat. Karena parlemen merupakan bagian dari lembaga penyelenggara pemerintahan bersama eksekutif. “ ujarnya.

Djaelani menilai, banyak celah yang bisa dilakukan oleh kelompok oposisi untuk mengawasi jalannya pemerintah daerah, seperti menggunakan aksi negosiasi, demonstrasi dan melakukan gugatan hukum.

“Ini sebenarnya yang menjadi tantangan oposisi di luar parlemen. Kekuatan sumber daya dan substansi permasalahan harus benar-benar kuat. Berhasil atau tidaknya oposisi di luar parlemen bisa diukur dengan sejauh mana mereka bisa menjadi kelompok penekan bagi pemerintah dalam mengambil dan mengevaluasi kebijakan.” kata aktivis Cibarusah Center ini. (pb)