Ibu Yang Cerdas Pilih Belanja Di Pasar Tradisional

0
1159

POSKOBERITA.COM, CIKARANG UTARA – Ibu-ibu yang cerdas akan lebih memilih berbelanja di  pasar tradisional  daripada di pasar modern atau swalayan,  karena banyak keuntungan yang bisa didapat. Selain bisa memperoleh barang yang lebih segar dan lebih banyak, harganya pun lebih murah dan bisa ditawar.  Demikian disampaikan Ketua Forum  Komunikasi Pedagang Pasar Baru (FKP2B) Cikarang, Yuli Sri Mulyati.

“Untuk itu pada momentum Hari Ibu tanggal 22 Desember 2016 ini, kami mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi untuk kembali berbelanja di pasar tradisional sebagai basis ekonomi kerakyatan.” kata Yuli, Kamis (22/12).

Selain itu, pihaknya juga mendukung adanya Gerakan Berbelanja Di Warung Tetangga (BDWT) yang saat ini sedang gencar disuarakan oleh banyak pihak yang sadar akan keberadaan warung-warung kecil yang mulai terancam.

“Yang pasti semangatnya sama, kembali ke pasar tradisional dan kita kembali berbelanja di warung-warung kecil agar ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan berkembang.”ujarnya.

Terkait maraknya mini market di Kabupaten Bekasi yang menjamur hingga ke pelosok pedesaan, Yuli meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menyetop ijin pendirian mini market karena keberadaannya bisa mematikan usaha kecil. Dia juga meminta kepada calon bupati yang akan memimpin Kabupaten Bekasi ke depan agar benar-benar bisa melindungi usaha kecil dan membuat regulasi yang jelas untuk membatasi keberadaan mini market.

“Di daerah lain ijin mini market ini sudah distop dan dibatasi,  tapi di Kabupaten Bekasi sepertinya masalah mini market ini masih belum diatur dengan baik, belum ada regulasi yang jelas sehingga keberadaannya terus menggerus warung-warung kecil di sekitarnya. Kan kasian para pedagang kecil.” ujarnya.

Terkait dengan keberadaan Pasar Baru Cikarang, dia menyampaikan, Forum  Komunikasi Pedagang Pasar Baru (FKP2B) sampai hari ini terus berjuang supaya pasar tersebut bisa segera dibangun kembali dengan konsep pasar tradisional yang sebenarnya sesuai dengan program nasional Presiden  Joko Widodo. (pb).