Gagal Panen di Purwakarta Bakal Diganti Asuransi Rp 10 Juta

0
1019
PURWAKARTA  – Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengeluarkan kebijakan baru terkait perlindungan para petani di daerah. Kali ini perlindungan tersebut berbentuk asuransi ganti rugi Rp 10 juta untuk setiap satu hektar sawah yang mengalami gagal panen.
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menjelaskan, kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada awal Januari 2017 berlaku bagi seluruh petani dengan berbagai jenis tanaman seperti padi, palawija, dan hasil produksi lain. Menurut Dedi, sudah seharusnya para petani mendapatkan perlindungan yang memadai. Pasalnya sejak awal menanam hingga panen mereka sudah mengeluarkan banyak biaya dan tenaga. Namun kerja keras mereka bisa sirna seketika setelah terjadi gagal panen.

“Kami di Purwakarta ingin membuat para petani nyaman dalam menjalani profesinya. Sekaligus menumbuhkan kembali minat bertani bagi pemuda, yang kini cenderung ingin bekerja instan sebagai buruh pabrik,” jelas Dedi, Minggu (27/11/2016).

Dedi mengungkapkan, pola asuransi terebut adalah peningkatan dari program pemerintah pusat dengan cangkupan lahan yang lebih luas dan nilai ganti rugi yang lebih besar.

Pola asuransi tersebut akan dilakukan dengan cara Pemkab Purwakarta membayar premi Rp 46ribu – 100ribu perbulan dengan sasaran 46ribu hektar lahan pertanian. Dengan seperti itu maka setiap petani yang gagal panen akan mendapatkan ganti rugi maksimal Rp 10 juta.

“Mobil dan barang mewah saja diasuranikan, masa tanaman pertanian tidak. Justru ini penting untuk mendukung ketahanan pangan,” tuturnya.

Pihaknya berharap dengan berbagai upaya pemerintah menjamin hasil pertanian tidak ada lagi masyrakat yang tergiur untuk menjual lahannya kepada pihak lain karena nantinya malah beralih fungsi. Pasalnya saat ini minat masyrakat terutama peuda terhadap sektor pertanian sudah sangat minim.

“Pemerintahkan sudah berusaha menjaga bahkan menguntungkan petani dengan asuransi, ayo dong tolong jangan jual-jual lagi sawahnya. Generasi muda saat ini kurang mencintai pertanian, tahunya hanya menjual sawah. Ini ancaman bagi Indonesia ke depan,” katanya.

Sumber : detiknews