Heboh Spanduk Ahok Di Bekasi, Menguntungkan Atau Merugikan Neneng?

0
1087

POSKOBERITA.COM, Cikarang Pusat – Tersebarnya spanduk bergambar Bupati Neneng bersama Ahok di wilayah Kabupaten Bekasi, disikapi beragam oleh banyak pihak, sebagian berpendapat spanduk tersebut sangat merugikan Neneng Yasin sebagai incumbent bupati yang mencalonkan kembali pada pilkada 2017, mengingat saat ini banyak pihak yang memposisikan Ahok sebagai public enemy karena sepak terjangnya yang kontroversial.

Namun tidak sedikit masyarakat Kabupaten Bekasi yang berbalik simpati kepada Neneng Yasin yang terkesan sedang mendapat provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab.

Pengamat politik Universitas Islam 45 Bekasi, Adi Susila, seperti dilansir Pikiran Rakyat, mengatakan, munculnya spanduk tersebut berlawanan dengan strategi yang selama ini dilakukan kubu petahana yang gencar menarik suara dari kalangan pinggiran dengan menampilkan tokoh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

“Itu bisa menjadi bumerang karena sasaran petahana itu pemilih tradisional yang berada di pinggiran. Ada kemungkinan pemasangan spanduk Neneng-Ahok menjadi strategi baru incumbent yang mengincar suara di kalangan perkotaan.” kata Adi.

Pendapat berbeda disampaikan pengamat politik President University, Achmad Supriadi. Menurutnya, pemasangan spanduk itu merupakan bagian dari upaya Neneng Hasanah Yasin sebagai petahana untuk melawan strategi pesaingnya, terutama Ahmad Dhani.

“Selama ini masyarakat melihat sosok Ahmad Dhani sebagai penantang Ahok sehingga untuk meredam kekuatan Ahmad Dhani di Kabupaten Bekasi maka dimunculkanlah sosok Ahok.” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi Ahmad Budiarta menyatakan, spanduk tersebut bukan dipasang oleh DPD Partai Golkar meski Partai Golkar mendukung Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017, Budiarta memastikan tidak ada hubungannya antara Pilkada Jakarta dengan Kabupaten Bekasi

“Kami pastikan bukan kami yang memasang spanduk itu, kami menduga, ada pihak lain yang sengaja memasang spanduk tersebut sebagai bagian dari provokasi. Kami meminta masyarakat agar tidak terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. (PB)